Tracer Study Alumni di Unikama Terus Tunjukkan Trend Peningkatan

KOTA MALANG – Dalam acara bertajuk Sosialisasi Hasil Tracer Study Tahun 2019 dan Pembukaan Pelaksanaan Tracer Study 2019, Rabu, (15/5) tadi di Ruang Rapat Abdoel Radjab, Kepala Program Studi (Kaprodi), Dekan dan Kepala Unit hadir langsung untuk mengevaluasi hasil dari tahun 2018 sekaligus pembukaan untuk tahun 2019 Tracer Study Unikama.

Tracer Study sendiri adalah studi pelacakan alumni. Yang berfungsi untuk menjembatani dunia usaha dan dunia industri diluar ketika alumni bekerja

“Sudah sesuai atau tidak dengan materi atau pembelajaran yang diberikan di kampus untuk para alumni yang sudah bekerja atau berwirausaha. Jadi Tracer Study ini untuk evaluasi kampus sebenarnya,” sebut Kepala Pusat Pengembangan Karir (PPK) Unikama, Khairul Bariyyah MPd.

Tanggapan alumni Unikama sendiri juga cukup baik. Walau responden hanya sekitar 34 persen di tahun 2018 ini, namun hal itu diakui Khairul terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Tapi selalu meningkat. Kan kita melakukan ini dari tahun 2017, itu hanya 20 persen, sekarang meningkat jadi 34 persen,” tandasnya.

Harapannya Tracer Study Unikama di Tahun 2019 bisa makin meningkat dan lebih banyak responden di tahun mendatang.

“Kendalanya itu kan banyak anak-anak yang ganti nomor setelah lulus. Itu yang jadi susah, karena mahasiswa kami ini kan seluruh Indonesia. Banyak yang juga mungkin sudah pulang ke desanya, nggak ada sinyal itu atau apa, itu yang susah,” kata Khairul.

Unikama selama ini lewat PPK menghubungi alumni lewat berbagai cara termasuk E-mail, SMS, Whatsapp, hingga Telepon dan sosialisasi di sosial media Unikama. PPK ke depan punya cara baru untuk Tracer Study yang dinilai lebih terfokus pada atasan perusahaan para alumni.

“Ke depan mungkin akan kami telepon atau hubungi atasan alumni langsung, jadi atasan mereka di perusahaan masing-masing yang menggunakan jasa mereka,” tambahnya.

Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) sendiri juga rupanya beruntung. Dari 200 an Universitas yang ada di Indonesia, Unikama jadi salah satu kampus yang mendapat bantuan berupa Program Bantuan Pengembangan Pusat Karir (PPK) Lanjutan (Tracer Study) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Jadi PPK Unikama mendapatkan hibah, bantuan dana untuk tracer study. Untuk tracer study sendiri ini sudah tahun ketiga, CDC sudah empat tahun,” ujarnya.

Khairul menyebut Unikama beruntung karena tidak semua kampus bisa lolos pemberian dana hibah ini. “Nggak semua kampus bisa lolos hibah ini. Di seluruh Indonesia hanya sekitar 200 an kampus. Memang banyak instrumennya, termasuk proposal yang dinilai dan kualitas laporan yang disebut sebelumnya juga dinilai,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Unikama
Penyunting: Fia