Tong Sampah Ada yang Otomatis lho

Kesadaran masyarakat yang rendah untuk membuang sampah pada tempatnya mengilhami mahasiswa yang tergabung dalam Workshop Elektro Politeknik Negeri Malang (Polinema) untuk membuat terobosan baru. Para mahasiswa ini membuat tempat sampah yang berupa tong sampah peka (otomatis).

MALANG KOTA – Kesadaran masyarakat yang rendah untuk membuang sampah pada tempatnya mengilhami mahasiswa yang tergabung dalam Workshop Elektro Politeknik Negeri Malang (Polinema) untuk membuat terobosan baru. Para mahasiswa ini membuat tempat sampah yang berupa tong sampah peka (otomatis).

Tempat sampah setinggi sekitar 40 sentimeter ini dilengkapi dengan dua sensor ultrasonik. Satu untuk membuka pintu tong sampah secara otomatis, dan satunya lagi untuk memberi tahu bahwa tempat sampah tersebut sudah penuh.

”Jarak sensornya bisa diprogram sesuai keinginan. Jadi, begitu sensor menangkap benda di depannya, maka secara otomatis pintu tempat sampahnya terbuka,” kata Ketua Workshop Elektro Polinema Prima Sejati di sela-sela memperagakan alatnya kemarin (23/10).

Menurut dia, biasanya warga enggan membuang sampah pada tempatnya salah satunya karena pintu tempat sampahnya kotor. Sebab, tangan warga harus menyentuh pintu tempat sampah jika hendak memasukkan sampahnya. ”Akhirnya, warga enggan membuang sampahnya. Takut tangannya kotor,” ucap mahasiswa semester 5 tersebut.

Lebih lanjut, jarak kepekaan sensor tong sampah juga bisa diprogram sesuai keinginan pemiliknya. Namun, pada prototipe yang dibuat workshop-nya, jaraknya sekitar 30 sentimeter dari objek di depannya. ”Ini fungsinya untuk riset. Tapi, jaraknya bisa diprogram sendiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, biaya pembuatan tong sampah peka ini juga relatif terjangkau. Dana yang dihabiskan untuk pembuatannya hanya Rp 100 ribu per unit. ”Semuanya habis sekitar Rp 100 ribu biayanya,” terang mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan ini.

Pewarta : Imam Nasrodin
Penyunting : Kholid Amrullah
Copy Editor : Arief Rohman
Fotografer : Imam Nasrodin