Tompokersan Kebanjiran Janda

Tompokersan Kebanjiran Janda

Kondisi ini terkuak ketika dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispenduk capil) menyodorkan data KK se-Kabupaten Lumajang untuk keperluan pencocokan dan penelitian (coklit) kebutuhan Pilkada Gubernur Jawa Timur dan Pilkada Bupati Lumajang.

Diketahui bahwa  total penduduk Lumajang berdasarkan KK mencapai 335.723 orang (selengkapnya lihat grafis). Menariknya dari data tersebut, jumlah KK perempuan alias janda meningkat dari sebelumnya. “Iya, memang meningkat dari sebelumnya,” ungkap Agus Warsito Utomo, Kabid Informasi Dispenduk Capil Lumajang.

Agus menyampaikan, janda terbanyak ada di Kecamatan Lumajang. Tepatnya di Kelurahan Tompokersan yang mencapai 1.064. Disusul terbanyak kedua Citrodiwangsan, Pasirian, Kaliboto Lor, dan Jatiroto.

Agus sempat menjawab pertanyaan terkait keberadaan eks Lokalisasi Dolog. “Di sana itu ternyata pendatang semua, bukan penduduk asli. Dan janda di sana tidak banyak,” ungkapnya. Banyaknya janda di Tompokersan menurut dia, tidak lepas dari kawasan Pasar Baru Lumajang. “Ada yang cerai mati banyak, gugat cerai juga banyak. Ya di situ kawasan pasar memang paling banyak,” ungkapnya.

Kebanyakan KK perempuan di sana pencahariannya adalah pedagang. Dengan berdagang, meski ditinggal suami, perempuannya masih bisa bertahan hidup. Bahkan eksis dengan dagangannya,”  imbuhnya. 



Dia mengakui angkanya memang cukup fantastis, yakni tembus dari seribu. Sedangkan desa atau kelurahan lainnya tak sampai separonya. Rata-rata hanya 200 sampai 300 tiap desa. Data itu kata dia memang masih direkap pada semester pertama 2017. Semester kedua baru akan diteken pada Februari mendatang. Dia juga menyebutkan, di semester kedua diperkirakan bakal meningkat.

Angka KK perempuan ini juga sempat mengejutkan pihak KPU Lumajang. Syamsul SPd, ketua divisi Data KPU Lumajang menyebutkan memang banyak di area Lumajang. Hal tersebut tetap akan didata dalam coklit petugas PPDP. “KK laki-laki masih jauh lebih banyak dibanding KK perempuan. Total KK semester pertama 335.723. Itu akan terus didata,”  jelasnya.  

Dia berharap, data semester kedua bisa segera dirilis agar bisa lebih mempertajam proses coklit. “Sebab itu jadi bahan DP4 kita coklit di lapangan,” pungkasnya. 

(jr/fid/ras/das/JPR)