Tolak 15 Tawaran Kuliah di AS, Petenis Remaja Kazakhstan Siap Meledak

JawaPos.com – Ketika perhatian pencinta tenis dunia bakal tertuju pada bentrok ulang Naomi Osaka dan Cori ”Coco” Gauff di Australia Terbuka sore nanti, pagi sebelumnya seorang calon bintang masa depan lainnya juga melakoni laga penting.

Dia adalah wakil Kazakhstan Elena Rybakina. Kiprahnya menjadi buah bibir sepanjang musim lalu setelah ranking dunianya meroket dari ke-171 menjadi ke-26.

Tahun lalu dia masih memulai Australia Terbuka lewat jalur kualifikasi. Bahkan, langkahnya langsung terhenti karena gagal menembus babak penyaringan tersebut. Kali ini dia sudah melejit sebagai unggulan ke-29 dan langsung tampil di babak utama. Artinya, tahun ini merupakan penampilan debut petenis 20 tahun tersebut di Australia Terbuka.

Sampai kemarin, dia sudah melewati dua hadangan. Salah satunya ketika menjegal wakil Amerika Serikat Bernarda Pera di babak pertama dengan hasil 6-3, 6-2. Kemudian, menekuk Greet Minnen pada babak kedua (6-3, 6-4). Tetapi, hari ini tembok tebal sudah menanti di babak ketiga.

Rybakina bersua Ashleigh Barty, petenis yang punya kombinasi keunggulan lengkap. Jagoan tuan rumah, unggulan pertama, sekaligus petenis ranking satu dunia. Apalagi, Barty juga sedang panas. Dia ingin menghentikan puasa gelar petenis putri tuan rumah di grand slam pembuka musim selama 42 tahun.

Dan benar saja, Barty berhasil menang dalam dua set langsung 6-3, 6-2.

Walau kalah, perjalanan petenis muda macam Rybakina, tentu saja masih panjang.

Rybakina datang ke turnamen itu bukan tanpa modal bagus. Dia baru saja mengantongi dua gelar WTA pertamanya. Yakni, Bucharest Terbuka 2019 dan Hobart International 2020. Tahun lalu dia juga menjadi runner-up di Jiangxi Terbuka dan Shenzhen Terbuka.

Salah satu momentum penting perkembangan karir Rybakina adalah keputusan untuk fokus di dunia tenis setelah lulus dari sekolah. Padahal, dia juga sempat mendapatkan 15 tawaran kuliah di Amerika Serikat. Sejak 2019, dia mengontrak Stefano Vukov sebagai pelatih pribadi. Sejak saat itu, petenis kelahiran Rusia tersebut mulai menemukan permainan terbaiknya.

”Sebelumnya, aku tidak punya pelatih yang mendampingiku kala mengarungi turnamen besar,” katanya sebagaimana dikutip situs resmi WTA.

Rybakina yang belum banyak dikenal fans tenis dunia semestinya akan bertarung tanpa beban kala bersua Barty pagi ini. Dia pun mengakui hal itu. ”Aku punya beberapa teman baik di Tour. Tetapi, untuk pemain top, mereka tidak mengenalku,” ujar penggemar Roger Federer tersebut.

Capaian Rybakina sejauh ini menjadi prestasi terbaik buat dia. Untuk kali pertama dia menembus hingga babak ketiga grand slam. Tahun lalu dia tampil di empat grand slam dunia. Di Prancis Terbuka dan AS Terbuka, dia mentok di babak pertama. Sedangkan di dua turnamen lainnya (Australia Terbuka dan Wimbledon), dia tidak mampu lolos kualifikasi.