Tol Mapan Akan Mengubah Budaya Kerja dan Sekolah di Wilayah Merah

exit tol karanglo macet

KOTA MALANG – Tingkat pendidikan di wilayah Jawa Timur bagian selatan memasuki zona merah karena 76 persen masih di level SMP. Wilayah ini diantaranya mencakup Blitar, Tulungagung hingga Trenggalek. Menumbuhkan motivasi mengenyam pendidikan salah satunya tergantung pada pembangunan Jalan Tol Malang-Pandaan.

Lebih bagus lagi apabila pembangunan tol ini dapat merambat ke wilayah selatan, misalnya Blitar Selatan. Statment ini disampaikan oleh Pakar Statistik ITS, Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc pada gelaran One Day Seminar yang digagas Jawa Pos Radar Malang dan Universitas Brawijaya (UB) di Hotel UB, Selasa (23/4).

“Pengaruh tol bisa merubah budaya kerja dan sekolah di kawasan merah. Apalagi jika pembangunan bisa dilanjutkan ke wilayah Blitar Selatan, kalau pun nggak sampai situ minimal jalan di Kabupaten Malang diperbaiki,” papar dia.

Di wilayah Jawa Timur bagian selatan usia 15 tahun keatas yang menyelesaikan pendidikan tingkat SMA/SMK hanya 14-21 persen. Harapannya dengan adanya jalan tol ada peningkatan motivasi dan juga penambahan pembangunan infrastruktur pendidikan terutama di daerah Kabupaten Malang.

Untuk jenjang perguruan tinggi sendiri, akses pendidikan dari wilayah selatan yang paling mudah adalah ke Malang. “Di wilayah selatan, akses pendidikan paling baik adalah ke Malang, walaupun sebenarnya di Jember adam tapi Malang masih menjadi favorit,” tegas dia.



Akses jalan tol digadang-gadangkan dapat menumbuhkan kesadaran wajib belajar 9 tahun dan menempuh jenjang perguruan tinggi semakin meningkat. Sehingga pemerataan ekonomi di Jawa Timur nantinya dapat terwujud.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu