Tol Beroperasi, Maskapai Penerbangan Lesu

KABUPATEN – Keberadaan tol Malang–Pandaan (Mapan) sepertinya berdampak terhadap lesunya jasa transportasi udara. Khususnya transportasi udara untuk Malang–Jakarta. Hal itu terlihat dari menurunnya jumlah penumpang di sejumlah maskapai penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh.

Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Suharno menyatakan, Januari hingga April lalu terjadi penurunan sekitar 10 persen untuk maskapai penerbangan Malang–Jakarta. Penurunan itu jika dibandingkan periode yang sama pada 2018 lalu. Diperkirakan, penurunan itu akibat wacana pengoperasian tol Mapan pada akhir Januari 2019.

”Dari Januari–April 2019 lalu mengalami penurunan sepuluh persen. Itu untuk maskapai full service seperti Garuda Indonesia dan Batik Air,” ujar Suharno kemarin.

Seperti diberitakan, rencana pengoperasian tol Mapan memang sempat tertunda beberapa kali. Mulanya, PT Jasa Marga Pandaan–Malang menargetkan pembangunan tol Mapan untuk seksi I–III (Pandaan–Singosari) tuntas akhir Januari 2019 sehingga bisa langsung dioperasionalkan. Tapi, untuk penuntasan penuh, yakni seksi I–V (Pandaan–Madyopuro) diupayakan Juni 2019. Itu dengan asumsi pembebasan 54 bidang tanah di Madyopuro sudah tuntas sejak Desember 2018.

Tapi, karena hingga kini belum tuntas, maka PT Jasa Marga tidak bisa memastikan penuntasan pembangunan hingga seksi V. Untuk diketahui, pembangunan tol sepanjang 38,4 kilometer itu terdiri dari lima seksi. Yakni, seksi I (Pandaan–Purwodadi), seksi II (Purwodadi–Lawang), seksi III (Lawang–Singosari), seksi IV (Singosari–Pakis), dan seksi V (Pakis–Madyopuro).

Namun karena yang siap dioperasikan seksi I–III, maka seksi III-lah yang dioperasikan lebih dahulu. Sementara seksi IV dan V masih dalam tahap pengerjaan. Diharapkan mudik Lebaran sudah bisa dioperasikan.

Meski pengoperasian seksi I–III baru diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Senin (13/5), tapi wacananya sudah berembus sejak Januari lalu. Bisa jadi, wacana itulah yang mengakibatkan penurunan okupansi maskapai penerbangan. Sebab dengan lancarnya akses Surabaya–Malang, masyarakat cenderung menggunakan maskapai dari bandara internasional Juanda Surabaya.

Mengenai lesunya maskapai penerbangan akibat tol Mapan, Suharno tidak membantah. ”Memang mengalami penurunan, mungkin karena adanya jalur tol yang sudah dibuka. Tapi, penurunan itu sudah mulai Januari–April lalu,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Sales and Services Branch Office Malang Garuda Indonesia Widyo Pramono tidak bisa dikonfirmasi terkait penurunan jumlah penumpang sejak Januari lalu. Pesan singkat yang dikirim wartawan koran ini juga tidak dibalas.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan
Fotografer : Darmono