Tips Rawat Keberagaman ala Warek UIN Malang, Kurangi Ngotot Banyakin Dialog

KOTA MALANG – Indonesia terkenal dengan keragaman selain budaya dan bahasanya, juga agamanya. Dalam keberagaman yang ragam tersebut, konflik menjadi suatu hal yang mudah terjadi seperti konflik Poso atau Ambon beberapa tahun lalu.

Namun, konflik tersebut sebenarnya bisa diubah menjadi kehidupan yang damai nan harmonis di tengah-tengah enam agama resmi di Indonesia.

Seperti dijelaskan oleh Wakil Rektor (Warek) 1 UIN Malang, Dr. H. M. Zaenuddin, M.A., dalam buku teranyarnya “Merawat Keberagamaan dalam Keragaman”, Senin (10/6).

“Ada tiga point utama di buku saya untuk merawat keberagaman ini,” terang Zaenuddin.

Yang pertama, lanjut Zaenuddin, ialah menyapakan konsep atau pemikiran masyrakat bergama, tak ada agama resmi di Indonesia yang mengajarkan untuk berkonflik.

“yang ada malah mengajak untuk berdamai,” tuturnya.

Lebih lagi, di Islam sendiri ada istilah Rahmatan lil alamin, atau kasih sayang ke seluruh alam dan isinya.

“Jadi sudah ada itu untuk mengajak damai di Islam,” tutur bapak tiga anak ini.

Selanjutnya, untuk merawat keberagamaan dalam keragaman, kata Zaenuddin, adalah melalui dialog atau praksis antar umat beragama.

Dalam bukunya, ia mencontohkan, Malang merupakan kota yang nir konflik umat beragama. Sebab, para tokoh agama di kota Malang ketika ada suatu masalah antar umat beragama, langsung berdialog.

“Kayak dulu di Batu. Ada salah satu umat Kristiani yang menginjak Alquran. Kita langsung dialog dan ternyata itu adalah oknum,” kata Zaenuddin mengutip sepenggal cerita yang di tulis di bukunya.

Jika para pemukanya sudah melakukan dialog yang baik, point ke-3 ialah menerapkan pendidikan agama yang baik bagi para peserta didik dalam mempelajari keberagaman agama yang Indonesia punya.

“Jangan anak-anak itu didoktrinisasi dengan kebencian-kebencian,” tuturnya saat menjelaskan buku yang ia publish tahun 2019 ini.

Sebab, nantinya, lanjut Zaenuddin, generasi inilah yang meneruskan dan merawat keragaman yang ada di Indonesia.

Jika tiga point, ini setiap warga Indonesia menerapkannya. Bukan hal yang tidak mungkin jika Indonesia ke depan semakin menunjukan dirinya sebagai contoh negara yang damai dalam keragaman Agama.

“Indonesia ini menjadi contoh yang baik bagi negara-negara mayoritas muslim akan kedamaiannya,” ujar Zaenuddin ke radarmalang.id.

Buku setebal 240 halaman tersebut bisa didapat di UIN Press, percetakan milik UIN Malang. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 60 ribu, buku “Merawat Keberagamaan dalam Keragaman” sudah bisa didapatkan.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia