Tips Mengatur Keuangan bagi Keluarga Baru

JawaPos.com – Bagi Anda yang baru saja menikah, pasti sedang diliputi kebahagiaan yang luar biasa. Namun, jangan sampai kebahagiaan itu membuat kamu terlena, sebab ada banyak PR yang menanti Anda. Salah satunya adalah perencanaan keuangan dan simpanan untuk keluarga baru Anda.

Perencanaan simpanan setelah menikah harus dipikirkan sejak dini. Apalagi, membangun keluarga itu merupakan proses panjang dan menuntut perencanaan dalam berbagai hal. Cobalah menabung sedikit demi sedikit, namun konsisten. Pilih instrumen keuangan yang mudah dicairkan, serta naik nilainya dalam jangka panjang, seperti emas.

Bagi pasangan yang mulai menabung emas sejak awal, simpanannya bisa digunakan untuk berbagai hal, salah satunya menyiapkan dana pendidikan anak di masa depan. Dilansir Treasury.id, dalam 1 tahun, inflasi biaya pendidikan bisa mencapai 15 persen! Angka yang tinggi kan? Karenanya, diversifikasi dari portofolio instrumen keuangan sangat penting. Cari instrument yang aman dan cenderung naik nilainya dalam jangka waktu panjang, seperti Emas.

Bicarakan Secara Detail dan Buat Kesepakatan
Disadari atau tidak, banyak sekali keluarga baru yang kondisinya menjadi kurang harmonis karena memiliki pengaturan keuangan dan simpanan yang kurang tepat. Bahkan, ada beberapa pasangan yang memilih untuk mengelola keuangan secara individual. Ada pula yang terpaksa berbohong mengenai kondisi keuangannya, sehingga merusak kepercayaan di antara pasangan.

Untuk mencegah kondisi kurang baik tersebut di pernikahan, tentunya harus ada manajemen keuangan yang baik guna mengatur rencana jangka pendek dan panjang kamu dengan pasangan. Dari rencana membeli rumah, memiliki anak, memenuhi kebutuhan keluarga, hingga merencanakan berbagai simpanan. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan dan menyiapkan simpanan bagi keluarga baru.

1. Jalin Komunikasi Secara Terbuka
Sebelum menikah, apakah kamu sudah pernah membicarakan soal keuangan dengan pasangan? Terkadang, hal ini enggan dilakukan oleh pasangan karena dirasa tabu. Padahal, hal ini penting untuk dibicarakan agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Segeralah bicarakan secara terbuka mengenai cara pengurusan keuangan dan simpanan yang ingin dilakukan, baik deposito, investasi, emas, asuransi, serta visi ke depannya. Kamu dan pasangan juga harus memutuskan siapa yang akan mengatur keuangan serta simpanan keluarga.

2. Ungkapkan Kondisi Keuangan
Jangan ragu untuk mendiskusikan kondisi keuangan kamu dan pasangan. Cara yang paling mudah adalah dengan memberitahukan jumlah saldo di masing-masing rekening. Hal ini juga penting untuk meningkatkan kepercayaan yang tentunya diperlukan untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis dan langgeng ke depannya.

3. Siapkan Dana Darurat
Jangan ragu untuk menyiapkan dana darurat dari awal pernikahan. Dana darurat perlu disimpan dan disiapkan untuk hal-hal di luar dugaan, seperti terjadinya PHK, bencana alam, atau mobil yang tiba-tiba rusak dan harus segera diperbaiki. Kamu sebaiknya memiliki simpanan dana darurat setidaknya sebanyak 6-12 bulan dari jumlah pengeluaran bulanan keluarga. Pastikan dana darurat menjadi prioritas dalam perencanaan keuangan dan pengaturan simpanan kamu, agar keluarga tetap aman dan terlindungi dari kendala tidak terduga.

4. Buat Rencana Keuangan
Ada baiknya, kamu membuat perencanaan keuangan bulanan supaya bisa mengatur batas uang yang dapat digunakan untuk hal-hal di luar kebutuhan utama. Hal ini juga penting agar kamu tidak terjebak dalam utang, seperti tagihan kartu kredit yang berlebihan. Pembuatan rencana keuangan bisa dimulai dengan menjabarkan pengeluaran selama beberapa bulan. Dengan begitu, kamu bisa memastikan berapa besar pengeluaran yang dihabiskan dan apakah sesuai dengan pemasukan yang dimiliki atau tidak.

5. Catat Pengeluaran Secara Rinci
Selain membuat rencana keuangan, kamu juga harus melakukan pencatatan dan penghitungan pengeluaran secara terperinci. Hal ini sebaiknya juga dilakukan oleh pasangan, agar pengeluaran keluarga bisa lebih terlacak dan bisa dijadikan bahan evaluasi untuk menciptakan keuangan yang lebih stabil. Satu hal juga yang perlu dicatat adalah bagaimana uangan tersebut digunakan dan rincikan pola pengeluarannnya.

6. Tabungan Pensiun
Meskipun kamu dan pasangan masih berusia muda, tidak ada salahnya untuk menyiapkan dana pensiun dari sekarang. Ada banyak jenis tabungan pensiun yang bisa kamu ikuti, pelajari kelebihan dan kekurangannya dengan baik, sebelum memutuskan memilih. Beberapa ahli mengatakan bahwa banyak pasangan yang terlambat menyiapkan dana pensiun, sehingga menjadi kurang sejahtera di hari tuanya.

7. Bagi Tugas
Pengelolaan keuangan dan simpanan keluarga tentunya harus melibatkan kamu dan pasangan. Bekerja samalah dan bagi tugas sebelum menentukan sesuatu, terutama untuk mengatasi masalah keuangan. Contohnya, kamu dan pasangan harus sama-sama terlibat dalam menentukan anggaran keuangan bulanan, mengambil keputusan sebelum membeli sesuatu, hingga membayar tagihan. Hal ini penting untuk dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman dan menghindari salah satu pihak merasa tidak dihargai.

8. Saling Jujur
Meskipun terdengar klise, kejujuran merupakan kunci keberhasilan dalam segala hal, termasuk dalam mengelola keuangan dan simpanan keluarga. Apapun yang terjadi dengan kondisi keuangan, beritahukan kepada pasangan, meskipun berisiko akan membuatnya marah. Berikan penjelasan secara rinci mengapa suatu kondisi bisa terjadi. Dengan selalu jujur dan saling terbuka, masalah keuangan yang muncul bisa segera diatasi. Percayalah, kebohongan di antara pasangan hanya akan memperburuk keadaan.

9. Ikut Asuransi
Ikut asuransi adalah salah satu cara untuk melindungi keluarga yang baru kamu miliki. Kamu bisa memilih untuk mengikuti berbagai macam asuransi, dari kesehatan, pendidikan, kesehatan, hingga kendaraan. Namun, sebelum memilih untuk mengikuti salah satu asuransi, pastikan kamu sudah memahami dengan baik kelebihan dan kekurangannya, serta premi yang harus dibayarkan sesuai dengan kemampuan keuangan keluarga.