Tingkatkan Kemandirian ODGJ, Pemdes Purworejo Belajar Ke Posyandu Jiwa Desa Singosari

Kader jiwa sehat Desa Wonorejo berfoto bersama kader jiwa sehat Desa Purworejo bersama perwakilan stake holder pendukung keberadaan posyandu jiwa

SINGOSARI – Posyandu jiwa desa Wonorejo Kecamatan Singosari mendapatkan kunjungan kaji banding dari Pemerintah Desa (pemdes) Purworejo Kecamatan Ngantang, di balai desa Wonorejo Singosari Malang, Senin (21/1).

Rombongan kaji banding yang dipimpin oleh ketua Desa Purworejo Kec. Ngantang Siswaji didampingi bidan desa serta perwakilan dari Puskesmas Ngantang diterima pemerintah desa Wonorejo beserta stakeholder yang menjadi mitra posyandu jiwa, diantaranya dari Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Puskesmas Ardimulya Singosari, RSJ dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, TKSK Singosari, dan para mahasiswa dari program studi fakultas pendidikan psikologi Universitas Negeri Malang.

Kepala puskesmas Ardimulyo Singosari dr Widya Damayanti, M.MRS mengatakan bahwa menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) perlu sinergitas dengan berbagai pihak supaya pasca penanganan masih ada program produktif berkelanjutan terutama untuk tetap bisa menjaga kesehatan jiwanya.

“Harus ada kerjasama dengan berbagai pihak dalam menangani ODGJ, supaya permasalahannya bisa tuntas,” kata Widya.

Lebih lanjut perempuan berkacamata tersebut menjelaskan untuk mendirikan posyandu sehat jiwa tidak instan, namun ada langkah-langkah yang harus bisa dilalui bersama supaya programnya berjalan sesuai harapan.

“Posyandu jiwa di Wonorejo bisa seperti ini, karena adanya berbagai pihak yang telah mendukungnya dengan kesepahaman melalui MoU yang telah dibuat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Purworejo Kecamatan Ngantang Siswaji berharap setelah studi banding hasilnya bisa diimplementasikan di desanya terutama memberikan pelayanan berkelanjutan kepada masyarakat ODGJ di desanya yang sudah sembuh pasca berobat di RSJ Lawang.

“Kita akan aplikasikan di Desa Purworejo supaya eks ODGJ di Desa kami bisa lebih baik lagi,” kata Siswaji.

“Selama ini karena memang kepedulian terhadap ODGJ dari keluarganya sendiri juga kurang, sehingga kami perlu membuat terobosan kepedulian supaya mereka bisa hidup mandiri dan tidak bergantung kepada keluarganya atapun orang lain,” tambah kepala Desa yang aktif pada kegiatan sosial tersebut.

Dari kiri Kepala puskesmas Ardimulyo Singosari dr Widya Damayanti MMRs (berkacamata ) Humas BMH Ruwiyanto (memegang mik), Kepala Desa Purworejo Kecamatan Ngantang Siswaji, dan Pjs Sekdes Wonorejo Singosari Sentot.

Posyandu jiwa Desa Wonorejo kecamatan Singosari memang menjadi posyandu teladan di tingkat provinsi Jawa Timur, pasalnya posyandu yang diresmikan langsung oleh Bupati Malang tersebut telah menghasilkan karya keterampilan tangan yang bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian.
Kegiatan posyandu jiwa di Desa Wonorejo meliputi produksi pembuatan keset yang bahan bakunya dari kain perca, serta pembuatan kemoceng.

Humas BMH gerai Malang Ruwiyanto, S.Kom mengungkapkan lembaganya akan terus memberikan support dan bantuan untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat kurang mampu.

“Alhamdulillah bantuan dari donatur kami betul-betul bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu, kami berharap setiap desa atau minimal setiap kecamatan ada posyandu yang menangani khusus eks ODGJ supaya mereka bisa mandiri seperti masyarakat normal pada umumnya.” Kata Ruwi.

“Besok kami juga akan memberikan alat pembuat keset di posyandu jiwa Kecamatan Dau sekaligus menghadirkan kader untuk memberikan pelatihan pembuatan keset,” pungkasnya.

Kontributor : Ruwiyanto
Fotografer : Tatik
Penyunting : Fia