Tingkatkan Jumlah Kepesertaan, Begini Langkah BPJS Ketenagakerjaan

JawaPos.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Kanwil Jatim agresif menambah jumlah peserta. Sampai akhir 2019, mereka menargetkan jumlah peserta baru bertambah 778.751 orang. Jumlah peserta aktif pun diharapkan naik menjadi 3.547.802 tenaga kerja.

Deputi Direktur BPJSTK Wilayah Jatim Dodo Suharto menyatakan, target itu realistis. Namun, BPJSTK perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial tenaga kerja. Salah satu caranya adalah gencar melakukan penyuluhan. ’’Dulu memang banyak yang belum paham jaminan sosial. Tapi, masifnya sosialisasi membuat kesadaran mereka meningkat,’’ tuturnya seperti dikutip Jawa Pos, Jumat (31/5).

Dodo menyebutkan, sampai April lalu, BPJSTK Kanwil Jatim berhasil mencatatkan kepesertaan baru 85,49 persen. Sampai periode yang sama, realisasi peserta aktif berada pada angka kisaran 82,47 persen dari yang ditargetkan.

’’Jika di-breakdown, hingga April lalu jumlah peserta BPJSTK Jatim dari kalangan badan usaha aktif tumbuh sekitar 23 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu,’’ terang Dodo. Dia berjanji meningkatkan angka pertumbuhan tersebut.

Agar target tercapai, BPJSTK Kanwil Jatim menerapkan strategi jemput bola. Caranya adalah merangkul perusahaan-perusahaan yang belum mendaftarkan karyawan mereka sebagai peserta BPJSTK. Selain itu, Dodo menyosialisasikan asuransi kesehatan tersebut kepada serikat-serikat pekerja. Tujuannya tentu saja melindungi dan menyejahterakan tenaga kerja.

Sementara itu, sampai April lalu, BPJSTK Kanwil Jatim menyalurkan dana jaminan hari tua (JHT) Rp 923,47 miliar. Total, ada 79.839 kasus. Selain JHT, lembaga tersebut menyalurkan dana jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp 85,58 miliar. Penyaluran dana jaminan kematian (JK) mencapai Rp 9,44 miliar dengan 1.433 kasus. Dana Rp 7,58 miliar disalurkan kepada para peserta jaminan pensiun.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : car/c14/hep