Tinggal di Asrama UIN, Atlet PIONIR IX Harus Perhatikan Ini

Salah satu gedung asrama UIN Malang

KOTA MALANG- PIONIR IX akan segera bergulir tak kurang dari empat hari lagi. Tentunya sebagai tuan rumah, UIN Malang makin mempersiapkan segala fasilitas untuk menjamu tamunya dari 58 kontingen PTKIN se-Indonesia, salah satunya penginapan.

Untungnya, sebagai kampus yang terkenal akan asrama ma’hadnya ini, UIN Malang mempunyai delapan gedung asrama dan itu nantinya yang akan digunakan sebagai tempat penginapan atlet yang akan berlomba di ajang dua tahunan tersebut.

“Nanti semuanya di delapan mabna, empat mabna untuk putra dan empat mabna untuk putri,” kata Komandan Satpam UIN Malang sekaligus salah satu tim bagian keamanan PIONIR IX, Rully Nurul Satria saat ditemui radarmalang.id.

Meskipun begitu, Rully mengatakan, ada hal yang perlu diperhatikan bagi para atlet selama tinggal di mabna tersebut, yakni terkait pakaian yang akan mereka kenakan.

“Usahakan kalau keluar area mabna selalu berhijab atau bagi yang laki-laki harus celana panjang. Dan juga jangan sampai memakai pakaian yang ketat juga untuk atlet perempuan. Pokoknya yang sopan,” kata pria yang menjabat komandan satpam UIN Malang sejak 2019 ini.



Kalau sampai ada atlet PIONIR IX yang melanggar hal itu, kata Rully, ia mempersiapkan sekitar 60 musyrif-musyrifah atau petugas ma’had untuk menegur mereka. “Kalau tidak bisa ditegur nantinya kita yang akan bergerak. Musyrif-musyrifah lapor ke kita,” tutur bapak dua anak ini.

Bukan tanpa UIN malang memberlakukan peraturan ini pada seluruh Atlet PIONIR IX ini. Sebab, kata Rully, event keolaragahan riser dan seni ini merupakan acara dari kementrian agama yang menjunjung tinggi nilai Islami.

“Ya selain itu, ini kan juga peraturan dari Mabna sendiri mulai dulu gak boleh pakai pakaian yang ketat atau celana pendek gitu,” pungkas Rully.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Bob Bimantara Leander