Tim Kirap Satu Negeri Bawa Bendera Merah Putih Keliling Tanah Air




JawaPos.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengetuk hati pemuda Indonesia untuk mengenal Tanah Airnya lebih dalam. Caranya dengan menggelar Kirab Satu Negeri dengan membawa bendera merah putih keliling tanah air.



Pada Minggu pagi (16/9), Tim Kirab Satu Negeri itu mulai bergerak dari lima titik di daerah terluar Indonesia. Kelima titik itu yakni, Sabang (Aceh), Nunukan (Kalimantan Utara), Miangas (Sulawesi Utara), Rote (NTT) dan Merauke (Papua).






Di Merauke, tim itu dilepas langsung oleh Ketua Umum DPP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Pelepasan yang berlangsung pada pukul 7.00 WIT itu berlangsung di tempat bersejarah, yakni Tugu Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Jalan Raya Mandala Merauke. Adapun tim kirab tersebut berjumlah 17 orang dengan membawa bendera Merah Putih.



Yaqut Cholil Qoumas yang biasa disapa Gus Yaqut mengklaim, Kirab Satu Negeri ini melibatkan sekitar 1 juta anggota Ansor se-Indonesia. Tim kirab itu nanti akan melewati seluruh pelosok nusantara yang memiliki karakteristik wilayah, budaya, bahasa yang berbeda-beda.





“Saya percaya perjalanan ini tidak mudah, penuh peluh dan butuh tekad kuat. Namun ini adalah ikhtiar kecil dalam rangka menjaga Indonesia,” ujar Gus Yaqut dalam keterangan persnya, Minggu (16/9).



Dia mengatakan, GP Ansor menggelar Kirab Satu Negeri ini sebagai salah satu cara untuk menanamkan rasa cint Tanai Air kepada generasi muda. Apalagi tim kirab itu akan melewati berbagai provinsi.



Dengan demikian kader Ansor akan semakin memahami begitu besarnya wilayah Indonesia. Lebih dari itu, peserta akan menghargai beragam perbedaan atau kemajemukan yang ada di Indonesia.



Saat melepas tim kirab di Merauke, Gus Yaqut bepesan kepada para peserta kirab agar selalu menaati komando dan bertugas dengan ikhlas. Selain itu, para peserta kirab diajak untuk tak henti menularkan rasa kecintaan kepada negara Indonesia. “Setiap ketemu warga, sampaikan dan tularkan kecintaan terhadap bangsa,” ujar Gus Yaqut.



Kirab Satu Negeri akan berlangsung selama 41 hari dengan titik akhir di Jogjakarta pada 26 Oktober mendatang. Pada puncak kirab bertema “Bela Agama, Bangsa, Negeri” ini akan dihadiri Presiden Joko Widodo yang akan menyatukan seluruh zona.



(iil/jpg/JPC)