Tim Dosen FTP UB Bantu Desa Donowarih Jadi Agro Techno Park

KARANGPLOSO – Tim Dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya melakukan pelatihan dan pendampingan di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Menristekdikti, tim dosen yang terdiri dari Sri Suhartini, PhD., Dr. Susinggih Wijana, Dr. Widya D. R. Putri, dan Dr. Panji Deoranto, melakukan serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan guna mendukung pembentukan Agro Techno Park (ATP) di Desa Donowarih.

Beberapa komoditas unggulan seperti batik, jeruk, kopi, tebu, umbi dan susu, menjadi target pengembangan produk olahan dan introduksi teknologi pascapanen. Kegiatan ini selaras dengan program pemerintah desa untuk mengembangkan komoditas unggulan tersebut.

Pada 12 Oktober 2019 lalu, tim dosen FTP juga melakukan pendampingan kepada 10 orang anggota PKK yang tergabung dalam kelompok agroindustri olahan jeruk. Kegiatan ini ditujukan untuk memperdalam kemampuan para ibu sehingga mampu menghasilkan produk sari buah jeruk dan jelly jeruk yang memiliki kualitas bagus. Beberapa formulasi telah dikembangkan dan didapatkan untuk mendapatkan sari buah dan jelly jeruk yang diinginkan.

Kelompok ini juga telah dilatih membuat desain kemasan, penentuan merk produk, serta perhitungan sederhana tentang analisa usaha. “Diharapkan dari kegiatan ini, kelompok agroindustri olehan jeruk dapat memulai proses produksi dan memasarkan produk, misalnya sebagai produk tambahan dalam paket pariwisata petik Jeruk. Beberapa alat produksi juga telah diberikan untuk membantu proses produksi,” jelas salah satu dosen, Sri Suhartini.

Sebelumnya, tim dosen FTP juga mengadakan kegiatan pendampingan dengan melibatkan 10 anggota PKK yang telah membentuk kelompok agroindustri aneka kreasi batik. Kegiatan ini merupakan pendampingan lanjutan untuk produk Suspeso (sebagai bros atau hiasan dompet, tempat tisu) dan dompet kecil, yang telah dilakukan sebelumnya selama bulan Agustus hingga September 2019.

Kegiatan pendampingan ini juga dilakukan dengan melibatkan mitra industri batik dan pelaku kreasi kerajinan tangan.

Selain kegiatan tersebut, tim dosen FTP juga akan mengembangkan komoditas unggulan lainnya seperti kopi yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan petani terhadap teknologi pascapanen seperti pengeringan, penyangraian dan penepungan biji kopi.

Terkait dengan pengembangan dan pembentukan ATP Donowarih, melalui pendayagunaan kawasan rest area Karangploso, kegiatan-kegiatan tersebut masih merupakan tahapan pertama dan kedua yang telah dilakukan oleh tim dosen UB.

Dalam program PPDM multi tahun ini, diharapkan pada tahun 2021, sudah terbentuk ATP Donowarih yang akan menjadi science centre, incubation centre, production centre, trading centre, tourist centre, technology dissemination centre, dan community development centre. Oleh karena itu, tim dosen FTP UB juga telah melakukan identifikasi terhadap potensi area wisata, serta evaluasi terhadap potensi pengembangan agroindustri komoditas unggulan dari aspek hulu hingga hilir.

Foto: Istimewa
Penyunting: Fia