Tiga Laka Lebaran Kota Batu Mutlak Karena Rambu Dilanggar

KOTA BATU – Operasi Ketupat Semeru 2019 berakhir hari ini (10/6) 23.59, hasil evaluasi dari Polres Kota Batu, arus lalu lintas tahun ini lebih rapi namun ada 3 kecelakaan dibeberapa titik. Yakni di Pujon, Kasembon, dan yang paling parah di kawasan Klemuk karena menewaskan 1 orang pada 8 Juni 2019 lalu.

Kejadian naas tersebut tepatnya di di jurang Klemuk, Songgokerto Kota Batu. Pengendara yang diketahui menghendarai minibus Isuzu Elf dengan Nopol N 8444 DI itu diduga mengalami rem blong saat arah turun atau dari Pujon menuju Kota Batu.
Menghindari kendaraan di depannya, pengemudi membantingkan setir ke kiri. Akibatnya 2 mobil tersenggol, 3 kendaraan roda dua juga menjadi korban dan satu diantaranya terlindas hingga remuk lalu menewaskan pengendaranya. Menurut Kapolres Kota Batu, AKBP Budi Hermanto, kecelakaan fatal tersebut terjadi akibat pengemudi melanggar rambu lalu lintas.

“Elf itu melanggar rambu lalu lintas tanda dilarang masuk dari arah pujon menuju Batu. Kendaraan jenis truk, minibus dan bus kan di Klemuk dilarang. Tetapi kendaraan itu tetap menerobos dan menimbulkan kecelakaan. Saat ini sudah kami proses. Kalau yang di Pujon dan Kasembon luka ringan,” terang dia.

Lebih lanjut ia mengimbau agar masyarakat tidak melanggar rambu seperti kasus tersebut. Rambu lalu lintas sudah dibuat berdasarkan peninjauan, perhitungan dan pertimbangan baik dari pihak Polres, Dinas Perhubungan, maupun pakar lalu lintas.

Termasuk rambu lalu lintas untuk Klemuk, kendaraan sejenis bus tidak diperbolehkan sebab sudah ada perhitungan mengenai beban kendaraan terhadap kecuraman medan. Kelebihan beban menjadi berbahaya di jalan yang curam dan berkelok itu.



“Bobot yang cukup berat bisa mengakibatkan rem blong. Yang kedua, kendaraan matic rawan di jalan ini dalam arti tidak terkontrol sistem persneling. Oleh karena itu masyarakat diharapkan taat, agar laka seperti ini tidak terjadi lagi,” tandasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Dok JPRM