Tiga Kelurahan Masuk Daftar Rawan Longsor

KOTA BATU – Musibah bencana alam longsor masih harus diwaspadai warga Kota Batu. Terutama mereka yang tinggal di kawasan lereng perbukitan atau dekat sungai. Meski tanah longsor umumnya terjadi di musim hujan, saat ini upaya antisipasi perlu dilakukan.

Sepanjang tahun 2017 lalu, sebagian wilayah Kota Batu masih menjadi langganan musibah. Tak tanggung-tanggung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat 114 kejadian. Rinciannya sebanyak 101 kejadian bencana dan 13 kejadian lainnya adalah situasi darurat nonbencana. ”Bencana yang paling banyak selama musim hujan adalah kejadian tanah longsor,” ujar Kepala BPBD Kota Batu Sasmito.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Batu Suhartono menambahkan, tahun lalu ada 22 kejadian tanah longsor yang kebanyakan terjadi di tiga titik, yakni Kelurahan Temas, Songgokerto, dan Ngaglik. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Batu. ”Sementara sepanjang enam bulan terakhir, sudah ada 21 kejadian tanah longsor,” terangnya. Dari sisi jumlah kejadian, Suhartono menyatakan adanya peningkatan yang cukup signifikan.

Agar di musim hujan mendatang bahaya tanah longsor bisa ditekan, upaya antisipasi telah dilakukan. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan memeriksa kondisi wilayah yang masuk daftar rawan longsor. ”Ada beberapa titik yang patut diwaspadai, yaitu Kelurahan Temas, Songgokerto, dan Ngaglik,” tambah Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Abdul Rochim. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Kota Batu untuk lebih waspada terhadap ancaman bencana alam yang ada di sekitar lingkungannya.

Sementara untuk kewaspadaan tanah longsor di hilir sungai, BPBD Kota Batu sudah mulai mengantisipasi dengan melakukan pemasangan bronjong di hilir sungai.

 

Pewarta: Silfi
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Rubianto