Tiga Kapal Tak Bisa Berlayar, Dishub Minta Bantuan Angkut Pemudik

JawaPos.com – Cuaca buruk lagi-lagi menghantui pelayaran Pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, mengumumkan ancaman gelombang laut. Tinggi ombak diperkirakan mencapai 2,3-2,5 meter.

”Bahkan mau mengarah ke 3 meter,” ujar Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ((KBPP KSOP) Gresik Kusnadi.

Tinggi gelombang tersebut, tambah dia, sangat membahayakan kapal berjenis high speed craft (HSC) atau kapal cepat. Misalnya, KM Express Bahari, Natuna Express, atau yang terbaru, KM Blue Sea Jet 1. Ketiganya tidak bisa berlayar.

Jadi, sampai hari ini (1/6) praktis KSOP menyetop sementara operasional seluruh kapal rute Gresik-Bawean. Tujuannya, menghindari potensi bahaya sejak dini. ”Sekarang saja (kemarin, Red) banyak kapal tujuan Karimun Jawa yang berlindung karena gelombang tinggi,” tambah Kusnadi.

KSOP belum bisa memastikan kapan pelayaran kembali normal. Yang bisa dilakukan hanya meng-update kondisi cuaca. Bagaimana nasib para pemudik? Kondisi cuaca itu jelas menyulitkan. Di Pelabuhan Gresik terjadi penumpukan penumpang dan barang kemarin. Para pemudik tujuan Gresik-Bawean antre di loket karcis. Mereka memanfaatkan KM Gili Iyang yang berlayar pukul 21.00 kemarin.

Kapal tersebut hanya mampu menampung 150 sepeda motor dan 370 penumpang. Jumlah sepeda motor yang antre membeludak. Mereka tidak mungkin bisa terangkut semua. Belum lagi barang bawaan pemudik yang menumpuk di pelabuhan. ”Nanti kapal (KM Gili Iyang, Red) yang menghitung potensinya. Apakah bisa terangkut semua atau tidak,” jelas General Manager (GM) Pelindo III Gresik Yanto.

Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik sudah mengantisipasi cuaca buruk tersebut. Kadishub Gresik Nanang Setyawan menyatakan telah meminta bantuan kapal ke Dharma Lautan Utama (DLU). Hasilnya, hari ini ada pelayanan tujuan Surabaya-Bawean. Yaitu, KM Satya Kencana III.

Kapasitas kapal tersebut mencapai 600 orang. Berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak pukul 05.00. ”Waktunya memang mepet. Tapi langsung kami umumkan lewat media sosial siang tadi (kemarin, Red) ke masyarakat,” jelas Nanang.

Berebut Mudik Gratis

DI tengah melambungnya harga tiket pesawat dan moda transportasi lain, mudik gratis menjadi berkah. Di Kabupaten Gresik, 660 orang mengikuti mudik gratis ke berbagai tujuan di Jawa Timur hari ini (1/5).

Armada yang disiapkan berjumlah 12 bus. Artinya, satu bus berkapasitas 55 penumpang. Mereka akan diangkut ke enam wilayah. Meliputi Kabupaten Banyuwangi, Jember, Blitar, Trenggalek, Pacitan, dan Ngawi. ”Bus sudah siap. Tinggal diberangkatkan besok pagi (hari ini, Red),” kata Kadishub Gresik Nanang Setyawan kemarin.

Pemberangkatan dilangsungkan di halaman Pemkab Gresik pukul 08.00. Bupati Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati (Wabup) Moh. Qosim siap memberangkatkan para pemudik.

Program mudik gratis itu merupakan agenda Pemprov Jatim. Mulai pengadaan bus sampai anggaran akomodasi secara keseluruhan. Gresik hanya kebagian lokasi pemberangkatan dan sosialisasi ke warga.

Sebagaimana diketahui, masyarakat urban yang bekerja di Kota Industri tergolong besar. Bukan cuma pendatang. Sebagian warga Gresik asli yang memiliki kerabat di kota tujuan turut ambil bagian.