Tiga Kampus Gelar Ospek Bersamaan

MALANG KOTA – Tiga kampus negeri di Kota Malang dipastikan menggelar masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) secara berbarengan.

Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) memilih mengawali ospek pada 13 Agustus mendatang.

Keputusan melaksanakan ospek pada hari yang sama di tiga kampus ini akan membuat Kota Malang bakal dipadati oleh sekitar 20 ribu mahasiswa baru (maba). Mereka bakal menumpuk di tiga area berbeda yang sangat mungkin bakal memicu kemacetan.

Apalagi, ospek yang dilaksanakan di pagi hari bertabrakan dengan siswa yang berangkat ke sekolah di pagi hari. Namun, potensi adanya kemacetan tersebut sudah dihitung oleh pihak kampus.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UB Prof Dr Abdul Hakim MSi menyatakan, semua persiapan menyangkut ospek, termasuk adanya potensi  kemacetan sudah disiapkan langkah antisipasinya.



”Kami sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, skema lalu lintasnya, alurnya, sudah dibahas dan dipastikan siap,” kata dia.

Terkait keamanan, dia pun sudah menginstruksi pihak keamanan UB untuk meningkatkan penjagaan ketat di gerbang masuk UB. ”Karena ada 13 ribu maba, tentu pengamanannya intens,” sambungnya.

Di samping itu, bagi mahasiswa baru tidak diperbolehkan membawa kendaraan selama semester pertama. Sehingga dipastikan intensitas kepadatan jalan raya tidak sampai menimbulkan kemacetan dalam waktu yang lama.

Untuk agenda ospeknya dilakukan selama tiga hari. Dua hari untuk ospek universitas dan satu hari untuk ospek fakultas.

”Yang berbeda, Pak Rektor (Prof Dr Ir Nuhfil Hanani) melarang adanya yel-yel yang membawa nama fakultas masing-masing serta long march yang dilakukan panitia dari mahasiswa,” tambah Abdul Hakim.

Jika ada yang melanggar, dipastikan akan disanksi. Sanksi terberat, mahasiswa yang bersangkutan akan dikeluarkan. Pihak rektorat juga mengeluarkan surat edaran (SE) terkait yel-yel mahasiswa.

Long march pagi-pagi mengelilingi di luar batas area bisa menimbulkan konflik juga, karena ego fakultas yang tinggi,” bebernya. Tak hanya mahasiswa, begitu pula dengan pegawai yang bertugas. Jika tidak menjalankan tugasnya, maka akan ada sanksi, mulai dari teguran lisan hingga tertulis.

Pihak UM juga sudah mengantisipasi keamanan dengan menggandeng kepolisian dan TNI. ”Pihak keamanan kampus jelas kami terjukan,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Kerja Sama Ifa Nursanti SAP.

Ditanya mengenai tanggal ospek antarkampus yang sama, dia menerangkan tidak ada instruksi dari Kemenristekdikti yang meminta kampus negeri melaksanakan ospek di tanggal yang sama.

”Semua tanggal ospek tergantung masing-masing kalender akademik kampus,” singkatnya. Untuk agenda selama ospek, tidak ada perbedaan signifikan dengan tahun lalu. UM melaksanakan ospeknya dengan mengundang tamu penting.

Tahun ini, diagendakan Kapolda Jatim bisa memberi arahan pada maba. Namun saat ini, masih proses konfirmasi. Sementara, ospek di UM lebih panjang dari dua kampus negeri lainnya, yakni mulai tanggal 13 hingga 18 Agustus.

Sementara itu, untuk ospek UIN Maliki, dipastikan tidak ada kemacetan di sekitaran Jalan Sumbersari. ”Karena maba yang berjumlah 3.678 ini masuk mahad (asrama)  selama setahun, maka dipastikan tidak ada kemacetan.

Hanya, keamanan diintenskan lagi di dalam kampus,” ujar Kasubbag Humas UIN Maliki Muhammad Edy Thoyib SS MA.

Tidak ada yang berbeda antara ospek tahun ini. Edy menyatakan semua maba bisa mengumpulkan penugasan secara online.

”Informasi penugasan akan diinformasikan H-5. Termasuk menghafalkan dan menyanyikan himne UIN Malang. Peserta harus merekamnya dan mengunggahnya di akun YouTube atau Instagram,” pungkasnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani