Tiga Jurus Dinkes Genjot Angka Harapan Hidup

SALAH satu indikator baik maupun buruknya pelayanan kesehatan bisa dilihat dari angka
harapan hidup. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terbilang
apik dalam hal itu. Tahun 2012 lalu, angka harapan hidup dibukukan di angka 72,02 persen. Hingga akhir
2017 lalu, nilainya mampu meningkat hingga 72,25 persen.

Artinya, bayi-bayi yang terlahir diprediksi hidup hingga rata-rata usia 72 tahun. Konsistensi
pelaksanaan program menjadi kunci Pemkot Batu mempertahankan tren positif itu. Dari penuturan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu drg Kartika Trisulandari, setidaknya
ada tiga program yang menjadi andalan mereka.

Pertama, pelaksanaan program jaminan persalinan (Jampersal). Digeber sejak era kepemimpinan Eddy Rumpoko, program persalinan gratis untuk warga itu konsisten
diterapkan hingga kini. ”Kami tidak ingin ada masyarakat miskin yang tidak tersentuh bantuan Pemerintah Kota Batu. Saya ingin semuanya dapat tersentuh karena
kesehatan itu hak setiap warga,” terang Kartika.

Syarat untuk mengikuti program itu juga cukup mudah. Warga yang usia kandungannya sudah 4 bulan ke atas baru diperbolehkan untuk mengikutinya. ”Kalau masih belum
(4 bulan) jangan ikut, periksa saja. Dan semuanya itu gratis, tanpa ada biaya,” terang Kartika.

Sejumlah fasilitas bakal didapat warga. Seperti nutrisi ibu hamil berupa susu, hingga pelatihan senam khusus. Program berikutnya yakni gerakan masyarakat sehat
(Germas). Program itu lebih khusus diarahkan untuk menekan angka
stunting. Atau gangguan pertumbuhan pada anak, biasanya mengakibatkan tinggi anak tidak
sesuai standar usianya.

”Pencegahan stunting ini harus dilakukan dalam masa kehamilan hingga anak-anak berusia 2 tahun,” sambung Kartika. Program ketiga yang menjadi andalan dinkes, yakni program minum susu untuk lanjut usia (lansia). Sejak beberapa waktu lalu, Pemkot Batu
memang aktif menggeber program ini. Aplikasinya dilakukan dengan memberi susu gratis pada lansia dan pelajar. Dilakukan sekali tiap pekannya.

Aplikasi ketiga program itu terbukti sukses menaikkan angka harapan hidup. Yang bisa diartikan juga sebagai peningkatan kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan. (nr3/c2/by)