Tiga Crane Baru Diklaim Genjot Operasonal Kuala Tanjung

JawaPos.com – Tiga set crane pengangkut peti kemas kembali didatangkan ke terminal multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut). Crane berukuran jumbo itu diklaim akan menggenjot layanan kepada pengguna jasa pelabuhan.

Container Crane buatan Konecranes Finlandia OY itu telah terpasang di dermaga terminal multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung. Masing masing crane berkapasitas 45 ton.

“Semua crane menggunakan tenaga listrik,” kata Direktur Keuangan PT Prima Multi Terminal (PMT), Moedi Utomo, Rabu (12/12).



Sepanjang November lalu, lanjutnya, Pelindo 1 sudah melakukan ujicoba pengoperasian crane. Pada tahap awal diproyeksikan crane tersebut bisa melayani hingga 600 kontainer ekspor setiap minggu.

Bahkan sudah ada beberapa perusahaan ternama yang berkomitmen menggunakan layanannya, seperti Unilever; Wilmar; serta P&G. “Mereka melakukan ekspor ke Cina, India dan negara asia lainnya. Seluruhnya melalui Pelabuhan Kuala Tanjung,” ungkapnya.

Penambahan crane tambahnya, juga diklaim akan meningkatkan kecepatan bongkar muat. Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) memiliki dermaga seluas 500 m x 60 m. Dermaga juga dilengkapi trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta rak pipa 4 line x 8 inch.

Kuala Tanjung juga dilengkapi fasilitas canggih. Yakni 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) peti kemas maupun curah cair.

Corporate Secretary PT Pelindo, Muhammad Eriansyah memaparkan, saat ini pengembangan tahap I Pelabuhan Kuala Tanjung, berupa pembangunan Terminal Multipurpose berkapasitas 600 ribu TEUs, tengah memasuki persiapan akhir.

“Kuala Tanjung siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri di bawah kelolaan PT Prima Multi Terminal,” ujar Eriansyah.

PMT adalah perusahaan hasil kongsi tiga BUMN. Antara lain Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan dan PT Waskita Karya. Jika beroperasi pada 2019 nanti, Pelabuhan Kuala Tanjung diproyeksikan menjadi hub internasional dan simpul logistik nasional.

“Kami berharap pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung dapat segera terlaksana sehingga mampu mewujudkan pembangunan ekonomi daerah sesuai program nawacita Pemerintah sekaligus menekan biaya logistik di Indonesia,” tandasnya.

(pra/JPC)