Tidak Layak, Rencanakan Beli Mesin Pompa Baru

MALANG KOTA – Wacana mengubah kolam renang Stadion Gajayana menjadi level internasional akan dilakukan secara bertahap. Di mana sejumlah kebutuhan yang urgen untuk venue tersebut akan didahulukan. Salah satunya adalah membeli mesin pompa kolam renang yang saat ini dinilai tidak layak digunakan.

”Waktu sidak terdahulu sudah pernah saya lihat kalau mesinnya sudah tidak layak,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji. Menurut dia, beberapa waktu lalu pasca sidak mesin di kolam renang Gajayana sudah dicoba untuk diperbaiki, namun terbatasnya suku cadang jadi terpaksa harus mengambil yang baru.

Oleh karena itu, dalam dua tahun ini coba dianggarkan untuk pemenuhan hal tersebut. ”Sebetulnya tahun lalu sudah kami ajukan untuk pembelian mesin,” ungkap kader Partai Demokrat itu. Namun, karena di katalognnya tidak ada, maka pembelian mesin untuk kolam renang Stadion Gajayana harus tertunda.

Masih belum terpenuhinya hal tersebut, membuat Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang untuk segera bergerak membantu. Menurutnya misi tersebut harus segera tuntas.

Sebab, kolam renang Gajayana adalah salah satu tempat pembibitan atlet renang di Kota Malang. ”Kita minta kepada Ibu Plt (Dispora Kota Malang Ida Ayu Made) untuk segera bergerak menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk pengadaan mesin,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Plt Dispora Kota Malang Ida Ayu Made mengaku sebetulnya sudah mencari pengganti mesin itu sejak dulu. Namun, karena sudah tidak ada lagi di pasaran, terpaksa belum bisa mengganti mesin sekarang.

Dia menjelaskan kerusakan ada di bagian pompa. ”Mesin yang rusak ada di rumah pompa di bagian filter,” ungkap dia. Akibatnya, saat ini mesin tersebut terpaksa diakali oleh ahli agar bisa beroperasi.

Sejumlah bagian di kolam renang Stadion Gajayana juga perlu mendapatkan perhatian serius. ”Dasar kolam sudah terkelupas, kebocoran yang merembes, filter, dan pompa juga sudah mulai rusak,” kata perempuan yang kerap disapa Dayu itu.

Dalam proses perbaikan kolam renang Gajayana selama ini, Dispora Kota Malang juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta, yakni konsultan dari Fluidra Indonesia.

Pewarta : Galih Prasetya
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro