Tiada Hari tanpa Pelanggaran Kampanye

KEPANJEN – Dibuka sejak 23 September lalu, masa kampanye Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 sudah diwarnai banyak pelanggaran. Hampir tiap hari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang mendapati adanya partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) yang melakukan pemasangan alat peraga kampanye (APK) di luar aturan.

”Ada yang memasang di sekolah, kantor pemerintahan, balai desa, rumah sakit, dipaku di pohon, maupun ditempel pada tiang listrik dan telepon,” terang Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva. Catatan pelanggaran itu pun sudah ditindak Bawaslu. ”Kami sudah bersurat pada partai politik yang kedapatan melanggar. Jika dalam jangka waktu 1×24 jam tidak diturunkan sendiri, maka teman-teman dari panwas kecamatan dan trantib yang akan menurunkan,” tegas dia.

APK yang ditertibkan tersebut langsung diamankan di kantor panwas kecamatan. ”Bisa diambil oleh tim kampanye apabila mereka telah menandatangani berita acara tidak akan memasang alat peraga mereka di tempat-tempat yang dilarang,” bebernya. Pengamanan APK yang melanggar aturan tersebut nampaknya masih akan berlangsung lama. Sebab, sesuai jadwal, masa kampanye Pileg 2019 bakal terbentang hingga 13 April 2019 mendatang.

Di sisi lain, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang Santoko memastikan bila pihaknya sudah memenuhi tugas men-support kampanye. Tugas tersebut yakni mencetak alat peraga kampanye untuk seluruh peserta pemilu dan Pileg 2019. ”Di samping APK yang kami fasilitasi di lapangan, peserta pemilu juga bisa mencetak sendiri alat peraga kampanye mereka. Bisa berupa baliho dan umbul-umbul yang pemasangannya tentu diatur peraturan KPU, Bawaslu, maupun peraturan pemerintah daerah,” jelas Santoko.

Untuk diketahui, masing-masing peserta pemilu mendapat hak berupa 36 paket APK dari KPU. Alat peraga tersebut terdiri dari 10 baliho, 10 banner, dan 16 spanduk. Aturan terkait pemasangan APK tersebut sudah disosialisasikan KPU sebanyak 5 kali.

Pewarta: Farik Fajarwati
Copy Edtor: Amalia
Penyuntng: Bayu Mulya