Tetap Fit Saat Mudik

Tetap Fit Saat Mudik

Contoh yang paling simpel, ketika kita melakukan aktifitas fisik yang ringan tidak merasa lelah, terengah-engah, dan dada juga tidak berdebar-debar. Karena normalnya, dalam satu menit tidak lebih dari 20 kali tarikan nafas. Sedangkan berdebar-debar, ditandai dengan naiknya detak jantung dari yang normal. Umumnya detak jantung orang yang sehat berkisar antara 70 – 80 kali per menit.’’Biasanya rasa lelah terobati dengan perasaan senang, tapi tetap jangan diremehkan,’’ lanjutnya.

Pun dengan jenis transportasi yang hendak kita pilih. Hal itu sangat memperngaruhi kondisi fisik kita. Misalnya bila memilih motor. Risikonya punggung akan terasa lebih lelah. Tapi baik motor, mobil, ataupun transportasi lainnya, bila wisatanya keluar kota, ada hal yang perlu diingat. Yaitu berhenti selama dua atau tiga jam sekali. Bila tidak dilakukan, potensi nyeri punggung bawah akan semakin besar. Dan ketika berhenti, Rita lebih menganjurkan untuk berdiri, berjalan, atau melakukan exercise ringan. Sehingga beban punggung berkurang untuk sesaat. Selain itu, pembuluh darah balik dari tungkai ke jantung akan menjadi lancar. Kaki pun terbebas daru bengkak selama perjalanan.

Hal kedua yang perlu diperhatikan, sebisa mungkin menghindari makanan yang merangsang percernaan di tengah jalan. Misalnya seperti makanan dengan ekstra rempah, pedas, kecut, dan asam. Karena makanan tersebut bisa menjadi pemicu diare. Sehingga membawa bekal oralit atau minuman berelektrolit menjadi wajib. (ina/JPG)