Tes Perdana 38 Kandidat Cakades

KOTA BATU – Seluruh calon peserta pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun ini, yang berjumlah 38 orang, mulai mengikuti tahapan lanjutan. Yakni tes tulis dan wawancara.

Dimulai sejak kemarin (4/9), materi tes berkaitan dengan bidang pemerintahan, pengetahuan umum, kenegaraan, dan nilai-nilai Pancasila. Secara khusus, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko ikut memeriksa berkas dari 38 calon peserta pilkades.

Selain diharapkan mampu mengoptimalkan potensi desa, seluruh kandidat calon kepala desa (cakades) juga diminta mampu mengembangkan pengetahuan di bidang teknologi.

Harapan itu disematkan lantaran Kota Batu telah mendapat peringatan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat berkunjung pertengahan Agustus lalu. Peringatan disampaikan terkait rendahnya pelaporan surat pertanggungjawaban (SPj) melalui Aplikasi Sistem Keuanga Desa (Siskeudes).

”Memang evaluasinya dulu sangat buruk jika dibandingkan dengan Kabupaten Malang. Padahal kan kami hanya 19 desa. Untuk itu, para cakades ini harus benar-benar menguasai pengetahuan umum dan yang lain,” kata Dewanti.

Dia juga memberi penekanan agar 11 kepala desa yang terpilih nantinya bisa bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, sektor pengelolaan keuangan juga mendapat perhatian khusus dari Dewanti.

Mengingat tahun 2018 lalu, Pemkot Batu mencatat ada sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) di tingkatan pemerintah desa senilai Rp 16 miliar. ”Oleh karena itu, sekarang kepala desa harus benar-benar baik. Mampu bersinergi dengan Kota Batu, bukan hanya semangat saja yang diunggulkan,” sambung Dewanti.

Senada dengannya, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Kota Batu Dyah Liestina mengaku bila tes tulis dan wawancara kemarin diarahkan untuk mengetahui kompetensi dasar masing-masing calon.

Selain itu, tes tertulis juga digelar untuk menyaring desa-desa yang memiliki lebih dari lima calon. Sebab, sesuai aturan, peserta pilkades di tiap titik memang dibatasi lima orang saja.

Sebelumnya, Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo sempat memiliki kandidat cakades sebanyak tujuh orang. Seleksi administrasi kemudian dilakukan untuk menyaring calon yang memiliki kapasitas. Akhirnya di sana hanya tersisa lima kandidat saja.

”Meski sudah tidak ada lagi yang perlu dikerucutkan, namun tes ini menjadi tolok ukur para cakades bagi masyarakat,” tambah Dyah. Statement itu dia dasarkan lantaran hasil tes nantinya akan diserahkan ke panitia desa untuk dipaparkan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat sendiri bisa mengetahui kredibilitas setiap cakades.

”Masih ada tes wawancara besok (hari ini), mudah-mudahan itu bisa mengangkat penilaian kandidat. Karena kami nanti akan transparan melaporkan nilainya,” kata dia. Sesuai rencana, pengumuman hasil tes tersebut bakal dilakukan Pemkot Batu Jumat (6/9) nanti.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya