Tes Fisik Lemah, Tim Futsal Putri Kota Batu Ditarget Emas di Porprov

KOTA BATU – Jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur (Jatim) 27 Juni mendatang, 198 atlet Kota Batu melakukan tes fisik khusus di GOR Gajah Mada kemarin hingga hari ini (16/6). Dari 24 cabang olahraga (cabor), diantara atlet yang terlihat menjalani test speed 20 M adalah tim futsal putri Kota Batu. Cabor futsal putri itu pertama kali gelar di Porprov Jatim, sebelumnya sudah dilakukan di Porprov lain seperti Kalimantan Barat.

Sebanyak 12 orang dari total 14 atlet futsal putri tampak berlari dengan nafas tersengal-sengal. Rupanya hanya 4 orang yang lolos uji tes fisik khusus dengan nilai baik, sisanya masuk kategori lemah. Padahal tim futsal putri ditarget emas oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Batu. Hal ini diutarakan oleh Ketua KONI Kota Batu Mahfud.

”Berdasarkan hasil rekam jejaknya (KWB Putri), target emas saya kira bukan menjadi beban buat mereka,” terang dia. Ya memang, tim futsal putri cukup baik dalam rekam jejak prestasi. Salah satunya, pernah membawa pulang medali emas pada kompetisi internasional yakni Bali Women Futsal Championship 2018.

Sementara itu pelatih tim futsal putri Kota Batu, Khoirrudin sempat terdengar mengingatkan anak-anak didiknya untuk senantiasa rajin berlatih. Diakuinya memang tim futsal putri lemah terutama dalam tes speed 20 M. “Hanya 4 orang yang berhasil dapat nilai layak,” ungkapnya.

Hasil tes fisik khusus itu akan diserahkan ke KONI Kota Batu secara resmi pada rabu (19/6) atau kamis (20/6). Untuk selanjutnya dilakukan diskusi mencari solusi bagi atlet-atlet yang masuk kategori lemah. Untuk futsal putri sendiri, Oweng sapaan akrab Khoirrudin berencana akan menambah ‘Extra Meal’ untuk meningkatkan kekuatan fisik atletnya.



“Saya akan tambah ‘extra meal’, yakni seminggu wajib latihan 5 kali. Di luar itu, selama sisa waktu nggak sampai 2 minggu ini saya beri mereka PR (pekerjaan rumah) menambah latihan fisik sendiri-sendiri. Plus menjelang kompetisi saya larang makan sambal, karena bikin dada dan nafas panas,” bebernya.

Meski atletnya dalam tes fisik khusus lemah, namun Oweng tetap optimis akan menyabet medali emas pada Porprov tahun ini. “Jadwal memang dimajukan, tetapi kami tetap yakin mencapai final dan target medali emas,” tegasnya.

Perlu diketahui, sebelum berkompetisi sesuai dengan ketentuan sport science atlet harus melalui beberapa tes pengukuran, diantaranya tes fisik umum dan khusus. Tes fisik umum merupakan tes fisik dengan jenis uji sama rata antar atlet satu dengan atlet lain.

“Sedangkan 2 hari ini adalah tes khusus yakni tes fisik berdasarkan cabang olahraga (cabor). Misalnya untuk futsal ada tes speed 20 M sedangkan beladiri ada harvard step test,” terang Koordinator tes fisik kontingen Porprov Kota Batu, Imam Hariadi.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Mochamad Sadheli
Penyunting: Fia