Terungkap, Politikus Gerindra Tersangka Ijazah Palsu Bayar Rp 9 Juta

JawaPos.com – Kasus ijazah palsu yang melibatkan politukus Gerindra masih terus jadi perbincangan. Kali ini, keluarga Abdul Kadir, tersangka penggunaan ijazah palsu, akhirnya buka-bukaan tentang pihak-pihak yang terlibat dalam kasus itu. Pihak keluarga menyebut, Kadir mendapat ijazah palsu dari Jon Junaedi, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo.

Mastuki, paman Abdul Kadir menyampaikan fakta itu, Senin (14/10) saat melurug Mapolres dan DPRD Kabupaten Probolinggo bersama ratusan pendukung dan keluarga. Mastuki bahkan blak-blakan tentang proses jual beli ijazah tersebut.

Mulai dari cara mendapatkan ijazah, sampai besarnya harga yang harus dibayar Kadir, sapaan Abdul Kadir. Semuanya dia sampaikan di depan pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, ponakannya itu mendapatkan ijazah palsu Kejar Paket C dari Jon Junaedi, ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo. Awalnya, Kadir tidak mau mencalonkan diri jadi anggota DPRD. Sebab, dia tidak punya ijazah.

“Dia (Kadir, Red.) tidak mau maju menjadi calon anggota DPRD. Sebab, dia tidak punya ijazah,” katanya di depan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo dan Wakil Ketua DPRD, Lukman Hakim.

Namun, Jon memintanya mencalonkan diri jadi anggota DPRD. Tidak hanya meminta maju. Jon menawarkan ijazah pada Kadir. Saat itu Jon menyebut, ijazah tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Karena percaya, Kadir akhirnya bersedia maju menjadi anggota DPRD.

Ijazah itu sendiri, tidak didapat dengan gratis. Jon meminta uang Rp 9 juta pada Kadir. Uang itu menurutnya, sebagai uang pengganti pembelajaran di PKBM atau pengganti sekolah. Dan Kadir pun mengiyakan. Dia membayar Rp 9 juta pada Jon.

Bahkan, Kadir dikatakan Mastuki, datang ke rumah Jon untuk mengurus ijazah itu. Termasuk saat proses cap tiga jari dan pemberian stempel di ijazah, juga dilakukan di rumah Jon.

“Itu yang terjadi. Jadi Cong Kadir itu sebagai korban. Karena itu, kami meminta kepada pimpinan dewan untuk tidak melindungi jika ada anggota lain yang masuk penjara,” terangnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin