Terungkap, Ini Tujuan Aksi Nyeleneh Puluhan Anak Sekadau Gores Tangan








JawaPos.com – Aksi sejumlah pelajar di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalbar ini tidak patut ditiru. Cuma sekedar ingin aksinya viral, tercatat puluhan pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir menggores tangan sendiri. Aksi yang tak patut ditiru ini, beberapa hari terakhir membuat heboh masyarakat. Dinas Pendidikan dan Polres Sekadau langsung mendatangi sekolah tersebut, Jumat (19/10) pagi.







“Tadi pagi saya sudah ke sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sekadau, Losianus, seperti dikutip Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Minggu (21/10).









Kedatangan Losianus ke sekolah itu, untuk memeriksa langsung aksi gores tangan tersebut. Losianus pun meminta data lengkap soal kejadian tersebut. “Sudah kita dapatkan datanya. Saya tadi langsung ketemu dengan kepala SMPN 1 itu,” papar Losianus.



Aksi Gores Tangan yang sangat tidak patut ditiru dilakukan sejumlah pelajar di Sekadau, Kalbar (Abdu Syukri/RAKYAT KALBAR/JPG)







Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi juga langsung bertindak. Anggon memerintahkan Sat Binmas untuk melakukan giat penyuluhan di SMPN 1 Sekadau.







Penyuluhan diikuti seluruh pelahar SMP tersebut. Penyuluhan ini mengambil tema ‘Bijak Menggunakan Media Sosial’. Mengingat motif para siswa melakukan aksi menggores tangan dengan benda tajam hanya karena terobsesi konten di media sosial. Mereka melakukan aksi tersebut di luar jam sekolah dan tanpa adanya unsur paksaan dari manapun.







“Kami diperintahkan langsung Pak Kapolres untuk memberikan penyuluhan,” ujar Kasat Binmas Polres Sekadau, Iptu Masdar dijumpai disela kegiatan penyuluhan.








Di hadapan para pelajar, Masdar menyampaikan imbauan agar lebih berhati-hati dan bijak menggunakan teknologi dan bersosial media.








Dijelaskannya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat positif apabila pandai dan bijak dalam penggunaannya. Berbagai pengetahuan bahkan keuntungan finansial bisa didapat dari penggunaan gadget.







Sebaliknya, penggunaan gadget juga membawa dampak negatif, mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku remaja apabila tidak digunakan dengan bijak. Korbannya adalah remaja itu sendiri, karena saat ini masih labil dan mudah percaya dengan konten negatif dan juga hoax.







“Membuat remaja tidak konsen terhadap pelajaran sekolah, dijadikan ajang yang dianggap kesenangan dengan aksi-aksi negatif, contohnya seperti menggores tangan ini, yang sama sekali tidak membawa manfaat,” ucap Masdar kepada para siswa.







Untuk itu, Kasat Binmas mengimbau dengan tegas agar para remaja usia sekolah di Kabupaten Sekadau selalu bijak menggunakan sosial media. “Memilah serta memilih konten positif dan ilmu yang bermanfaat melalui kecanggihan teknologi,” pesannya.







Usai penyuluhan bijak bersosial media, Polres Sekadau juga memberikan siraman rohani yang disampaikan Kasubag Humas, AKP Haerul Saleh. Bimbingan rohani bertujuan sebagai pembinaan mental bagi para siswa. Kemudian memberikan sugesti positif dalam pola pikir dan perilaku siswa SMP baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.







Polres Sekadau rencananya juga akan melaksanakan giat penyuluhan di sekolah-sekolah menengah lainnya di kabupaten tersebut. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif dan mengantisipasi agar aksi negatif tersebut tidak terulang.







“Kita juga akan mengumpulkan para pelajar dan orangtuanya untuk diberikan penyuluhan. Kita harapkan kejadian ini tidak terulang,” pungkas Masdar.







Motif para pelajar yang melakukan aksi gores tangan, akhirnya terungkap. Sejumlah pelajar mengaku melakukan aksi tersebut agar bisa terkenal di Medsos. “Pengen viral aja bang,” ujar salah seorang pelajar yang melakukan aksi gores tangan kepada sejumlah wartawan di sekolahnya, kemarin.







Pelajar lainnya mengatakan, melakukan aksi gores tangan setelah mengikuti rekannya. “Memang sakit sih. Tapi suka-suka saja,” katanya.







Pelajar tersebut mengaku melakukan aksi gores tangan di rumah. “Pakai jarum pentol, silet dan ada juga yang pakai carter dan penggaris,” jelas pelajar tersebut.







Kepala SMP Negeri 1 Sekadau Hilir, Albinus mengatakan, berdasarkan data terakhir, ada 31 orang yang terindikasi melakukan aksi gores tangan tersebut. “Tapi dari jumlah itu, hanya 26 orang saja yang melakukannya. Yang lainnya tidak,” ujarnya.







Albinus mengaku dipanggil pihak Dinas Pendidikan Sekadau untuk membahas hal itu lebih intensif. Langkah antisipasi pun dilakukan agar kejadian itu tidak terulang atau merembes ke pelajar lainnya.







Dia berjanji akan mengambil tindakan tegas jika para pelajar tersebut mengulangi tindakan serupa. “Saya akan panggil BNN untuk cek narkoba. Bila perlu akan kita keluarkan dari sekolah,” tegas Albinus.














(jpg/ask/JPC)