Terungkap! Gaji Mandek Jadi Rumah Bikin TKI Susah Kaya

Uang TKI Banyak Habis Digunakan Bangun Rumah ? Disnaker Kabupaten Malang Ajak TKI Berwirausaha

KEPANJEN – Ada masalah baru yang menanti para buruh migran asal Indonesia pasca memutuskan pulang kembali ke kampung halaman dari luar negeri. Selama ini, kebanyakan dari mereka lebih memilih menghabiskan uang untuk membangun rumah, namun tidak memikirkan investasi jangka panjang lewat wirausaha.

Hal ini disampaikan oleh mantan pekerja migran yang hadir dalam rapat yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Suhartini.

“Jarang yang punya usaha kebanyakan uangnya digunakan untuk membangun atau renovasi rumah. Jadi banyak yang jadi pengangguran. Kalau begini kan enak ada usaha diajari juga jadi lebih menjanjikan,” tegas perempuan yang pulang dari negara tempat kerjanya pada 2009 lalu itu.

Ia mengapresiasi penuh langkah Disnaker. Pasalnya, hal ini diyakini dapat meningkatkan taraf hidup para TKI pasca pulang dari merantau. “Kebanyakan kita tidak tahu uangnya akan diapakan, dan akhirnya habis tanpa bisa diputar lagi lewat usaha,” tutur mantan buruh migran Indonesia di Taiwan tersebut.

Berkaca pada makin banyaknya TKI yang akhirnya menjadi pengangguran mendasari Disnaker Kabupaten Malang tergerak untuk membuat pelatihan para purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya di wilayah Kabupaten Malang.

Kabid Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UMKM, Heri Yulianto mengatakan, Dinas Koperasi dan UMKM baru akan bergerak jika kelompok usaha dari mantan pekerja migran sudah terbentuk. “Dari Disnaker dulu, baru akan diisi sesuai dengan jenis pelatihan yang dibutuhkan,” paparnya.

Dinas Koperasi memang digandeng Disnaker untuk realisasi program ini. Ia sendiri mengaku program ini bakal memberikan pelatihan kepada masyarakat yang sama sekali belum memiliki usaha. “Tahun ini ada kuota hingga 90 pelatihan,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia