Tertipu Pembeli Perhiasan Rp 3 Miliar

Tertipu Pembeli Perhiasan Rp 3 Miliar

SITUBONDO – H. Salapudin mengaku mengalami kerugian materi sebesar Rp.3 miliar. Itu setelah dirinya menyerahkan beberapa buah perhiasan emas bermata berlian kepada salah seorang pembeli yang bernama RO.

H. Salapudin rugi karena perhiasan tersebut batal dibeli oleh RO. Merasa tidak terima, pria asal Kalimantan itu menempuh upaya hukum. Dia melaporkan RO ke Polres Situbondo.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menerangkan, korban melapor dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Nanang mengatakan, peristiwa ini terjada tanggal 13 September 2017 lalu. Saat itu, korban datang langsung ke ruumah RO di salah satu desa di Kecamatan Asembagus dengan maksud menjual perhiasan miliknya.

Perhiasan emas tersebut terdiri dari sebuah kalung, tiga cincin, sepasang giwang emas, serta beberapa batu intan, batu permata jamrud, dan batu sapire. Jumlah seluruhnya sebanyak 24 buah. “Intinya saat itu, terlapor bersedia membeli batu intan dan berlian tersebut,” kata Nanang.

Akan tetapi, RO tidak langsung membayar semua. Dia hanya memberikan uang sebesar Rp.20 juta sebagai tanda jadi. Sebab, dia harus membawa perhiasan dan batu berlian tersebut ke ke Negara Belgia untuk uji laboraturium. “Jika sudah keluar hasil lab untuk kualitas batu intan dan berlian, maka RO akan membayar semua,” terang Nanang.

Saat itu, RO meminta waktu selama dua hari untuk menguji kualitas intan dan berlian. Sayangnya, hingga waktu yang dijanjikan, belum ada kejelasan jadi atau tidaknya pembayaran tersebut. “RO malah batal membelinya dan akan mengkembali intan dan berlian tersebut,” kata Nanang.

Ironisnya, RO yang malah meminta bayaran. Dia bersedia mengembalikan batu intan dan berlian dengan syarat, pelapor mengganti rugi dengan uang sebesar Rp.1 miliar. “Yaitu sebagai ganti biaya lab dan biaya keluar negeri,” ujar Nanang. (bib/pri)

(bw/bib/ics/JPR)