Tertimpa Pohon Tumbang, Nenek Dagang Canang Tewas Mengenaskan Sinergi Jawa Pos

Di Dusun Pemudungan, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, pohon jenis bunut berdiameter 3 meter dengan ketinggian sekitar 70 meter tumbang hingga

mengakibatkan seorang nenek yang bekerja sebagai pedagang canang (rangkaian bunga sebagai sarana persembahyangan) tertimpa hingga tewas Kamis (1/12) siang.

“Patah tulang kepala, leher, kaki kiri dan kanan serta tangan kiri dan kananya,” kata dr Agus Artawan, dokter yang memeriksa jenazah nenek itu di Ruang Pemulasaraan Jenazah RSUD Tabanan Jumat (1/12).

Ni Wayan Sumatri alias Biyang Joko, 56, nenek pedagang canang yang menjadi korban pohon tumbang itu.



Dia mengembuskan nafas terakhir seketika usai tertimpa pohon pule raksasa di hutan adat yang berlokasi di Pura Luhur Mekori, Desa Belimbing, Pupuan.

“Yang menyebabkan kematian hantaman di kepala. Kepala bagian kanannya hancur,” terang Agus. Menurut informasi, kejadian itu berlangsung sekitar Pukul 13.23.

Sebelum kejadian, di rumah ada menantu Sumatri bersama anak dan dua keponakannya. Sedangkan Sumatri berdagang canang.

Diduga, ketika Sumatri di halaman rumah, berjalan dari warung canang menuju ke rumah, pohon bunut yang jauhnya sekitar 50 meter dari rumah tumbang dan menimpa Sumatri, warung canang, rumah dan tiga sepeda motor.

“Mertua saya ada di sana,” kata Ni Putu Widiastuti, menantu Sumatri ditemui di RSUD Tabanan, menirukan teriakannya kepada warga yang berdatangan, usai pohon itu tumbang.

Sumatri enggan banyak bicara. Bagian matanya sembab karena banyak menangis. Dia cukup lama berteleponan dengan suaminya yang juga anak Sumatri, yang saat ini masih bekerja di kapal pesiar.

Selain itu,  pohon tumbang juga menyebabkan korsleting listrik. Percikan api listrik turut menyambar bensin dari sepeda motor yang tertimpa pohon.

Akibat pohon tumbang yang melintang di jalan, jalur Pupuan-Seririt macet. Petugas dari BPBD dan lainnya berjibaku memotong dan menyingkirkan pohon tersebut dari jalan hingga jalur tersebut kembali lancar.

Menurut I Gusti Omar Dhani, keponakan Sumatri (dari satu kumpi/ buyut), pohon di sekitar Pura Luhur Mekori kerap tumbang.

Dari ingatannya, sudah tiga kali tumbang sejak 2009 lalu. Bahkan, kata dia, di tahun 2009 lalu pohon bunut tumbang hingga menewaskan satu orang.

Sedangkan pada tahun lalu tumbang hanya mengakibatkan kerusakan rumah. “Sudah tiga kali tumbang. Ini perlu menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan

tindakan melakukan pemantauan dan bila perlu pemangkasan. Apalagi usia pohon sudah sangat tua-tua,” jelas Omar Dhani yang juga sekretaris Komisi I DPRD Tabanan ini.

Jenazah Sumatri selanjutnya dibawa ke RSUD Tabanan menggunakan mobil Puskesma Keliling Pupuan. Di Ruang Pemulasaraan Jenazah, bagian tubuh yang robek dijahit dan dibersihkan.

Menurut Omar Dhani, jenazah akan segera dimakamkan, dan akan diaben tahun depan. Almarhum Sumatri, kata Omar Dhani, meninggalkan suami, dua anak berikut menantu dan tiga cucu. 

(rb/yor/mus/mus/JPR)