Tertangkap Polisi Akibat Kejahatan Teman Kos

MALANG KOTA – Hati-hati memilih teman. Jika salah pergaulan, risikonya masuk penjara. Itulah yang menimpa Elsa Ismilatul Sa’zia, 24, warga Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Saat dikeler penyidik Polres Malang Kota (Makota) kemarin (12/10), Elsa mengaku terpaksa berurusan dengan polisi akibat kecipratan getah temannya, Erika Dinda Yatimah, 19. Erika yang tinggal di Bareng Tengah, Kecamatan Klojen, itu ditangkap polisi karena aksinya tertangkap kamera CCTV saat mencuri di SMAN 10 Kota Malang.

”Saya tidak tahu apa-apa. Kalau tahu, saya tidak bakal lakukan,” kata Elsa, kemarin.

Elsa menyatakan, dirinya hanya diminta menjualkan barang. Yakni laptop dan handphone. Elsa kemudian memasarkannya melalui media sosial Facebook. Namun belum juga laku, dia kemudian ditangkap polisi. ”Saya hanya disuruh menjualkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menyatakan, Elsa dan Erika ditangkap di jalanan, Selasa lalu (9/10). Sekitar pukul 21.30, keduanya bersamaan di Jalan A Yani, Blimbing.

Polisi memintanya menunjukkan tempat tinggalnya. ”Lalu kami lakukan penggeledahan di tempat kos keduanya tinggal,” kata mantan Kabag Ops Polrestro Jakpus itu.

Seperti diberitakan, Erika yang merupakan tersangka pencurian di SMAN 10 terekam closed circuit television (CCTV). Dua wanita yang tinggal di rumah kos di Jalan Satria, Kecamatan Blimbing, itu diduga bekerja sama dalam melancarkan pencurian.

Sementara dari hasil penggeledahan itu, polisi mendapatkan barang bukti yang diduga kuat sebagai hasil curian. Yaitu handphone Samsung Galaxy A5, Oppo, Vivo, Asus, dan Iphone 5. Selain itu, juga ada 2 laptop, 2 dompet, aksesori, dan uang tunai Rp 750 ribu. Juga motor yang diduga untuk sarana aksi.

Dalam aksinya, Erika melakukannya sendiri. Dia menyelinap masuk ke SMAN 10 dengan berpura-pura memasarkan buku. Jika ditanya oleh pihak sekolah, buku tersebut hanya sebagai tameng untuk dipromosikan. Namun saat beraksi kala itu, tidak ada yang menanyainya. Seolah tidak ada yang curiga dengan Erika.

”Tersangka mengaku sebagai petugas perpustakaan. Dia datang ke sekolah menawarkan buku,” kata mantan wakapolres Jaya Wijaya itu.

Pewarta: Fajrus Sidiq
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Mahmudan
Foto: Darmono