Tertahan di Zona Merah

SAMARINDA – Entah apa yang terjadi pada Arema FC. Hamka Hamzah dan kawan-kawan benar-benar menjalani start buruk di Liga 1 2019. Jangankan meraih poin, untuk sekadar mencetak gol pun Arema FC seolah menghadapi tembok tebal.

Pada laga yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, semalam itu, Arema FC sempat mendapatkan sejumlah peluang emas. Di antaranya, pada menit ke-50, kala Makan Konate mampu mengelabui sejumlah pemain di areal kotak penalti Borneo FC.

Meski kala itu ada Dedik Setiawan yang berdiri bebas, Konate memilih untuk melepaskan tembakan langsung. Sayang, tembakan keras Konate melebar di sisi kanan gawang Borneo FC yang dikawal Nadeo Argawinata.

Tak lama setelah peluang emas itu, petaka menghampiri Arema FC. Pada menit ke-57, gelandang Borneo FC Ambrizal Umanailo yang bergerak di sektor sayap kiri mampu mengelabui Ricky Akbar Ohorella.

Ambrizal lantas merangsek ke areal kotak penalti. Eks pemain Persija Jakarta itu lantas melepaskan umpan ke areal tengah kotak penalti.



Bola umpan Ambrizal itu pun coba dibuang oleh stoper Arema FC Hamka Hamzah. Namun ironis, bola sepakan Hamka justru mengarah ke gawangnya sendiri.

Gol bunuh diri itu membuat pemain Arema FC tersentak. Mereka pun melakukan berbagai cara untuk bisa mencetak gol.

Dua bek tengah, Arthur Cunha dan Hamka Hamzah bahkan secara bergantian ikut membantu serangan. Sampai mendekati areal kotak penalti lawan.

Begitu pun dua penyerang sayap, Dedik Setiawan dan Rivaldi Bawuo yang berusaha memberikan umpan-umpan matang untuk Sylvano Comvalius. Sayang, pada laga kali ini, Comvalius mati kutu karena penjagaan ketat dari dua center back Borneo FC Jan Lammers dan Javlon Guseynov.

Alih-alih menyamakan skor, Arema FC justru makin tertinggal pada menit ke-86.

Berawal dari umpan panjang Javlon, Terens Puhiri berlari melewati pemain belakang Arema FC. Eks pemain klub Thailand, Port FC itu lantas mengirim umpan crossing pada Lerby Eliandry yang sudah berdiri bebas di depan mulut gawang Arema FC.

Tanpa ragu-ragu, Lerby langsung menyambar umpan manis dari Terens. Spontan, setelah mencetak gol, Lerby langsung mencopot jersey-nya. Meski konsekuensinya, dia diganjar kartu kuning oleh wasit.

Sementara di sisi lain, pemain Arema FC tertunduk lesu. Seolah tak percaya timnya lagi-lagi gagal menang di awal musim Liga 1 2019.

Sebelumnya, pada Rabu lalu (15/5), Arema FC takluk 1-3 dari tuan rumah PSS Sleman. Dua kekalahan beruntun ini membuat posisi Arema FC di klasemen Liga 1 2019 melorot. Dari sebelumnya 15 ke posisi 18 alias juru kunci.

Di antara empat tim yang masih mengemas 0 poin, agregat gol Arema FC yang paling buruk. Yakni, minus empat (mencetak 1 gol, kebobolan 5 gol).

Usai pertandingan, pelatih Arema FC Milomir Seslija menyebut bahwa timnya bermain jelek pada babak pertama. Tapi di babak kedua, permainan tim sejatinya mengalami peningkatan. ”Kami punya beberapa peluang yang diselamatkan kiper lawan,” ujar dia.

Dia juga menyalahkan kondisi lapangan yang licin. ”Sehingga kami sulit mencetak gol,” kata dia.

Di sisi lain, gol-gol Borneo FC juga terjadi ketika tim dalam kondisi lengah. ”Seperti gol kedua, saat Hamka sudah naik (ikut menyerang), Lerby memanfaatkannya dengan baik,” pungkas dia.

Pewarta : Imam Nasrodin
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Indra Mufarendra
Fotografer : Rubianto