Tersangka Pembunuhan Pakis Sabet Juara I Lomba Adzan di Polres Malang

MALANG – Merdunya suara lantunan Adzan Muhammad Shaikoni, 39, menyeruak, menggema di hampir semua areal Polres Malang, Jumat, (28/6) siang kemarin. Shaikoni bukan orang biasa, bukan juga polisi, namun adalah napi atau tahanan tersangka pembunuhan di areal Tegal Pasangan, Pakis, April lalu.

Tersangka pembunuh korban bernama Buari ini ikut dalam lomba adzan yang diadakan Polres Malang dan berhasil menyabet juara 1 dalam lomba adzan yang diadakan di dalam rutan usai saalat Jumat kemarin.

Pembunuhan oleh Shaikoni berawal dari hilangnya beberapa jagung miliknya. Dia membunuh dengan sadis salah satu pelaku pencurian tersebut, yakni Pardi. Dengan menggunakan sabit, ia membacok hingga korban pun menderita luka di bagian rahang kiri hingga meninggal dunia di TKP kala itu. Kini, Ia mendekam di penjara dan menjalani ancaman hukuman 15 tahun.

Terbaru, ia bersama 30 penghuni Rutan (Rumah Tahanan) Polres Malang yang lain ikut lomba adzan. Bak audisi penyanyi di televisi, suara merdu dan tekniknya dalam melantunkan Adzan mengantarkannya menjadi juara 1 dalam ajang lomba Adzan yang diadakan Polres Malang dalam rangka menyambut lebih awal peringatan Hari Bhayangkara ke-73 yang bakal jatuh pada 1 Juli mendatang.

Lomba Adzan ini rutin diadakan oleh Polres Malang, dimana spesial di tahun ini, pesertanya justru berasal dari dalam tahanan. “Ini pertama kalinya, kita adakan lomba adzan antar para tahanam. Ya biasanya ada lomba tetapi diikuti umum, polisi atau bahkan anak-anak di tahun sebelumnya,” papar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.



Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Humas Polres Malang