Terpilih Anggota DK PBB, Ini Tantangan Indonesia Selanjutnya

Dewan Keamanan PBB

RADAR MALANG ONLINE – Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mendapat apresiasi dari DPR. Anggota Komisi I DPR, Meutya Hafid berharap Indonesia dapat turut berperan menjaga keamanan dan ketertiban dunia.

“Terlebih lagi dengan kondisi politik global tengah memanas,” ujar dia saat dihubungi, Sabtu (9/6).

Muetya juga mengatakan, kerja keras pemerintah dan DPR khususnya Komisi I DPR akhirnya membuahkan hasil. Ini merupakan keempat kalinya Indonesia dipercaya untuk menjadi anggota DK PBB.

“Alhamdulillah ikhtiar panjang kita selama ini berbuah hasil. Baik pemerintah maupun komisi I DPR dalam setiap kunjungan dengan mitra (luar negeri) selalu melobi agar dapat didukung dalam keanggotaan DK PBB kali ini,” ucapnya.



Menurut Wakil Ketua Fraksi Golkar bidang politik, hukum, dan keamanan ini, masuknya Indonesia sebagai anggota DK PBB posisi Indonesia sangat penting. Di antaranya menjadi mediator dalam banyak isu keamanan dunia seperti di Timur Tengah, semananjung Korea, Antara blok barat dan timur.

“Karena Indonesia bukan bagian dari negara-negara yang berkonflik, jadi dapat sepenuhnya menjalankan peran mediasi secara clear,” katanya

Yang kedua, lanjut politikus Partai Golkar ini, tentu tidak lepas dari posisi Indonesia sebagai negara besar, sehingga diyakini akan dapat didengarkan banyak negara.

Sekadar infornasi, Indonesia terpilih untuk keempat kalinya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) dalam pemungutan suara yang digelar di Majelis Umum PBB di New York, Jumat (8/6).

Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk Periode 2019-2020. Indonesia terpilih dengan perolehan suara sebanyak 144 dari 190 negara. Adapun Maladewa yang menjadi pesaing Indonesia hanya memperoleh 46 suara.

(gwn/JPC)