Ternyata, Pembuang Bayi Mahasiswi PTN

MALANG KOTA – Polisi bergerak cepat. Sehari usai menerima laporan penemuan mayat bayi di depan kos putri Jalan Kertorejo, RT 4, RW 3, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, kemarin (11/7) penyidik menetapkan tersangka. Yakni NA, 20, mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang.

Mahasiswi asal Madiun itu diduga sebagai ibu yang melahirkan bayi tersebut sekaligus membuangnya hingga meninggal dunia. ”Hasil pemeriksaan, mahasiswi PTN itu langsung ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin lalu (10/7) warga gempar atas penemuan tas ransel berwarna biru yang berisi bayi di depan kos putri, Jalan Kertorejo, RT 4, RW 3, Kelurahan Ketawanggede. Saat ditemukan, kondisi bayi sudah tidak bernyawa terbungkus plastik hitam di dalam tas ransel warna biru yang disimpan dalam kardus. Kardus itu tergeletak di dekat kamar mandi di kos putri tersebut. NA yang kos di lokasi tersebut langsung dimintai keterangan polisi.

Heni–sapaan akrab Marhaeni– menyatakan, pemeriksaan sempat terhambat karena kesehatan NA saat ini menurun sehingga dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Diduga, hemoglobin (Hb) NA terus menurun selama pemeriksaan di kantor polisi.

Diduga, bayi tersebut dibuang karena hasil hubungan gelap NA dengan pacarnya. Untuk memastikan itu, rencananya akan dilakukan pencocokan DNA-nya.



”Kami menunggu hasil otopsi untuk mencocokkan deoxyribose-nucleic acid (DNA)-nya,” kata perempuan yang pernah menjabat Kasium Polres Malang Kota tersebut.

Selain itu, polisi juga masih menelusuri dugaan keterlibatan pelaku lain. Misalnya apakah ada peran pacar NA dalam pembuangan bayi tak berdosa tersebut sehingga berujung kematian. ”Tersangkanya masih tunggal. Tapi, kami akan terus mengembangkan hingga motif perkara tersebut klir,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan menambahkan, hasil pemeriksaan NA terbukti bahwa mahasiswi tersebut yang membuang bayinya hingga meninggal dunia.

”NA mengakui jika melahirkan di kamar mandi kos. Dia (NA) takut karena bingung, dia membekap bayinya,” papar Hoiruddin kemarin.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati