Termotivasi sang Ayah, Juara Hafiz Terbaik Tingkat Jatim Sinergi Jawa Pos

Ayahnya wafat tahun 2005 silam atau saat Roqi masih berusia 4 tahun. ”Saya diberi pesan almarhum Abah (Saifudin Yahdi, Red) yang alhamdulillah hafal Alquran dan tunanetra juga,” ungkap Roqi. Sejak saat itu, dia mulai terlecut untuk bisa menghafal Alquran.

Meski memiliki keterbatasan indera pengelihatan, namun anak kedua dari pasangan Saifudin Yahdi dan Mustafrida ini memiliki kelebihan daya ingat yang kuat. Bahkan, dia juga mengingat betul pada peristiwa-peristiwa tertentu. Mulai dari waktu, hari, bulan dan tahun.

Dia juga berhasil meraih keinginannya untuk memecahkan capaian hafiz muda dari ayahnya sendiri yang mampu menghafal Alquran saat usia 14 tahun. Keinginan itu pun akhirnya mampu terwujud, Roqi menghafal 30 juz Alquran dengan waktu enam tahun saja.

Yakni mulai dari usia 8 tahun, tepatnya 25 Oktober 2008, dan menuntaskan hafalannya pada 10 Mei 2014. Saat itu, dia masih berusia 13 tahun. Dengan rentang waktu tersebut tentu cukup singkat, mengingat menghafal dengan kondisi tunanetra. Tak hanya itu, selama menjadi hafiz, Roqi juga tak jarang mengikuti ajang menghafal Alquran.

Bahkan, baru-baru ini dia mampu meraih juara terbaik pertama hafiz tingkat Provinsi Jawa Timur. Atas prestasi tersebut, akhir Oktober lalu Roqi mendapat tiket mengikuti perlombaan Musabaqah Hifzhil Quran Tingkat Nasional Ke-3 di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, akhir Oktober lalu.

Meski tidak mendapat juara terbaik, namun bagi dia, ajang tersebut untuk menguji sejauh mana kefasihan bacaan dan kelancaran hafalannya. ”Ya, memang niatnya bukan untuk mencari juara, tapi untuk belajar lagi,” pungkasnya. Tahun depan, dia berharap bisa kembali mengikuti kompetisi yang sama di level yang lebih tinggi lagi. Yakni, di tingkat Asia.

(mj/ram/ris/JPR)