Terlibat Kasus Asusila, Guru Ngaji Dipenjara

Kepolosan santriwatiwati terkadang dimanfaatkan oleh seorang pengasuh pondok pesantren untuk melampiaskan nafsu berahi. Seperti halnya yang dilakukan ustad berinisial LH, 54, warga Ngantang, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Salah satu pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Ngantang ini diduga menggagahi muridnya sendiri yang masih di bawah umur.

KOTA BATU – Kepolosan santriwatiwati terkadang dimanfaatkan oleh seorang pengasuh pondok pesantren untuk melampiaskan nafsu berahi. Seperti halnya yang dilakukan ustad berinisial LH, 54, warga Ngantang, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Salah satu pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Ngantang ini diduga menggagahi muridnya sendiri yang masih di bawah umur.

Modus yang dipakai guru ngaji sekaligus penceramah agama ini untuk mengelabui santriwatinya adalah bisa cepat menghafal kitab suci. Mulanya, korban berinisial ND yang masih berusia 17 tahun itu ditelepon oleh sang guru usai kegiatan mengaji. Begitu tiba di rumah yang sedang sepi, korban diberi tahu cara untuk cepat menghafal Alquran. Korban diminta masuk ke dalam rumah.

Saat itulah LH melampiaskan nafsunya. Dia melucuti pakaian korban lalu menyetubuhinya. Ternyata, kelakuan keji tersangka itu sudah berulang kali, yakni sejak tahun 2016 lalu. Kali terakhir perbuatan tercela itu dilakukan pada 29 September lalu.

Akibat perbuatannya itu, LH pun berurusan dengan polisi. Kini LH meringkuk di tahanan Polres Batu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Setelah kami periksa, pelaku kami tahan,” kata Kasatreskrim Polres Batu AKP Daky Dzul Qornain kemarin (9/10).

Daky menjelaskan, dari pemeriksaan, diketahui tersangka melakukan aksi pencabulan tersebut berulang kali. Modusnya dengan mengelabuhi korban bisa cepat menghafal Alquran.



Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, bantal, boneka, dan pakaian korban.  Akibat perbuatan itu, tersangka dijerat Undang-Undang 23/2002 tentang Perlindungan Anak pasal 81 KUHP. Tersangka diancam hukuman 12 tahun penjara.

Daky menambahkan, perbuatan bejat tersangka tidak hanya dilakukan terhadap korban ND, tapi juga sejumlah korban lainnya. Hingga saat ini pihaknya mendapatkan laporan dari lima korban lain yang juga merupakan santriwatinya. ”Namun, dari pengakuan kelima santriwatinya, tersangka hanya menciumi dan memegangi tubuh korban,”imbuhnya.

Terkuaknya aksi bejat LH itu bermula saat orang tua korban mencium gelagat mencurigakan. Orang tua korban melihat adanya perubahan sikap pada anaknya. Tak lama kemudian, ND pun diinterogasi. Betapa terkejutnya orang tua ND mendengar pengakuan anaknya itu terkait tindakan bejat guru ngajinya. Tak terima atas perlakuan tersebut, pihak keluarga pun melaporkan pelaku ke polisi.

Kasus pencabulan yang dilakuan LH itu sebenarnya bukan kali pertama. Hasil penelusuran yang dilakukan penyidik, aksi serupa juga pernah dilakukan pelaku pada 2008 lalu. Tersangka juga pernah mendekam di balik jeruji besi. Saat itu, perkara masih ditangai oleh Polres Malang.

Pewarta : nr1
Penyunting : Ahmad yahya
Copy Editor : Arief Rohman
Fotografer : Darmono