Terkuak! Seorang Terduga Teroris Tangerang Sering Berlatih Memanah

Terkuak! Seorang Terduga Teroris Tangerang Sering Berlatih Memanah

RADAR MALANG ONLINE – Salah terduga teroris berhasil diamankan polisi. Dia adalah Anton yang ikut ditangkap di perumahan Kunciran Mas Permai Jalan Delima RT 03 RW 05, Kunciran, Kota Tangerang. Dari ungkapan rekan yang juga tinggal di mess tempat tinggal Anton, Jay (26) dan Fahri (25), mereka mengaku bahwa temannya itu terkadang latihan memanah.

Fahri mengungkapkan, ia pernah melihat Anton latihan memanah di halaman mess. Saat latihan panah ini, ada teman Anton yang datang dan ikut berlatih bersamanya.

“Saya liat dua kali Anto latihan panah di pagi hari. Nah, ada temannya yang datang dan ikut berlatih bersamanya,” kata Fahri, di perumahan Kunciran Mas Permai Jalan Delima RT 03 RW 05, Kunciran, Kota Tangerang, Rabu (16/5).

Ia menambahkan, ia, Anton, dan Jay bekerja sebagai pegawai kebab dari usaha anak Bambang. Bambang sendiri, merupakan pemilik dari mess tempat tinggal Jay, Fahri, dan Anton. “Nah, kami bertiga dapat libur seminggu sekali. Saya melihat Anton latihan memanah saat hari libur itu,” lanjutnya.

Ditambahkan Jay, ia melihat Anton latihan panah di pohon mangga pekarangan mess. Latihannya, dengan menaruh bidikan di pohon tersebut. “Kalau saya melihatnya terkadang Anton sendiri latihan memanah. Kadang, ada satu atau dua temannya yang datang dan ikut berlatih,” terangnya.

Sikap Anton sendiri, menurut Fahri, Anton adalah orang yang tertutup. Ia adalah seseorang yang pendiam, tertutup, dan tak pernah banyak bicara. “Saya tidak pernah pernah ngobrol secara intens dengan Anton, benar benar pendiam orangnya. Juga, enggak pernah main ke kamarnya. Anton kalau keluar pasti di kunci kamarnya,” jelasnya.

Dijelaskan Jay, Anton ditangkap saat sedang membenarkan sepeda. Disaat penangkapan, Jay mengaku sedang tidur dan terbangun karena ada suara sirene.

“Dari orang sekitar pas saya cari tau, Anto ditangkap saat membenarkan sepeda diluar mess. Lalu polisi membawanya kedalam mess. Karena ada suara sirene, saya terbangun dan kaget ada banyak polisi yang datang. Lalu pas saya lihat Anto, tangannya sudah diborgol dibelakang dengan kondisi pasrah tanpa perlawanan. Tak lama, dibawa lah sama polisi,” tutupnya.

(sab/JPC)