Terkenang Puncak Panderman

Sahabat Tria Melinda bisa dibilang amat total saat menjelajahi potensi wisata di Kota batu. Bagaimana tidak, objek-objek wisata alam maupun buatan yang ada di Kota Dingin ini sudah dia singgahi. Bahkan, wisata berupa pegunungan pun sudah dia jamah. Tidak hanya Gunung Banyak, tapi juga puncak Gunung Panderman.

Sahabat Tria Melinda bisa dibilang amat total saat menjelajahi potensi wisata di Kota batu. Bagaimana tidak, objek-objek wisata alam maupun buatan yang ada di Kota Dingin ini sudah dia singgahi. Bahkan, wisata berupa pegunungan pun sudah dia jamah. Tidak hanya Gunung Banyak, tapi juga puncak Gunung Panderman.

Kenangan saat mencapai puncak Gunung Panderman pun masih dia kenang. Apalagi, saat itu dia harus bersusah payah untuk bisa mencapai puncaknya. Ya, naik gunung baginya memang bukan wisata, tapi seperti perjalanan mencari jati diri. ”Ya, ke gunung itu perjalanan yang asyik dan menantang. Kita jadi banyak belajar tentang kehidupan,” kata mahasiswa Universitas Merdeka Malang itu.

Sebab, lanjut dia, mendaki gunung itu harus membawa beban yang tak ringan. Di situ, seorang pendaki juga tidak boleh mengeluh. ”Nanti malah tidak sampai (kalau hanya mengeluh). Pokok dinikmati saja alam yang ada. Kalau bisa, menikmati perjalanan. Jadinya, bisa membuat hati merasa senang. Ya, meski secara fisik capek, semuanya terbayar setelah sampai puncak,” kata gadis 20 tahun tersebut.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Ahmad Yahya
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Tria Melinda