Terkena Jerat, Harimau Sumatera Berhasil Diselamatkan

JawaPos.com – Seekor harimau Sumatera terkena jerat di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau. Si belang akhirnya berhasil diselamatkan. Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau butuh waktu sekitar 11 jam untuk sampai ke lokasi.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, pihaknya mengetahui si belang terkena jerat setelah mendapatkan informasi dari staf PT Gemilang Cipta Nusantara, Kamis (22/3) sore. Seekor harimau Sumatera yang diperkirakan sudah dewasa itu tak berdaya setelah terkena jerat.

“Atas informasi itu, Balai Besar KSDA Riau langsung menurunkan tim pendahuluan dan pengamanan lokasi. Di sana, petugas melakukan observasi lokasi Harimau Sumatera terjerat,” kata Suharyono, Selasa (26/3).

Upaya penyelamatan harimau Sumatera yang terkena jerat di terkena jerat di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Riau, Minggu (24/3). (Dok. BBKSDA Riau)

Dari hasil koordinasi dengan aparat setempat, ternyata akses menuju ke lokasi cukup sulit. Petugas tidak dapat melalui jalur darat dengan kendaraan. Begitu pula dengan jalur perairan.

Setelah melakukan berbagai upaya, tim medis BBKSDA Riau bersama tim Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD) memutuskan berangkat ke lokasi pada Minggu (24/3) dini hari. “Kami mempertimbangkan kondisi harimau yang semakin menderita terkena jerat,” ucapnya.

Setibanya di lokasi, petugas melihat harimau yang sudah tergeletak tak berdaya. Kemudian petugas memberikan bius kepada Si Datuk untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Harimau Sumatera diangkut menggunakan tandu dan sudah bisa dimasukkan ke dalam kandang transit. Kemudian dilakukan observasi lanjutan. Khususnya pengobatan kaki yang terkena jerat,” sebut Suharyono.

Hasil observasi sementara, harimau berjenis kelamin jantan itu memiliki berat badan sekitar 90 kilogram. Akibat jeratan, kaki kucing besar itu mulai menunjukkan infeksi.

“Selain pengobatan, dilanjutkan dengan penanganan hidrasi yang bertujuan menambah asupan air ke dalam tubuh untuk menghindari dehidrasi,” beber mantan Kepala BBKSDA Bali tersebut.

Untuk proses selanjutnya, harimau Sumatera langsung dibawa ke PRHSD di Sumatera Barat. Harimau dititipkan ke sana karena tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai di Riau untuk menampung.

“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah membantu penyelamatan satwa liar Harimau Sumatera yang dilindungi. Kami mengharapkan untuk ke depannya kesadaran masyarakat akan pedindungan satwa liar dilindungi semakin meningkat,” ucap Suharyono.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Virda Elisya