Terkait SDN Gentong, Polda Jatim Geledah Kantor Dispendik Pasuruan

JawaPos.com – Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan digeledah polisi. Tim Unit 1 Subdit Tipikor Direskrimsus Polda Jatim tersebut mendatangi kantor di Jalan Sunan Ampel itu Senin (9/12).

Sejumlah petugas yang mengenakan rompi bertulisan ”Penyidik Tipidkor Polda Jatim” mulanya memasuki ruang sekretaris. Tak lama kemudian, mereka keluar membawa berkas yang dimasukkan koper merah.

Sasaran selanjutnya adalah ruang Bidang Pendidikan Dasar. Pintu ruangan kemudian dikunci. Beberapa staf yang telanjur berada di dalam ruangan diminta tak beranjak. Begitu pula staf di luar ruangan dilarang masuk ke ruangan itu.

Tim beranggota tidak lebih dari 15 orang. Mereka berada di ruang Bidang Pendidikan Dasar sejak pukul 10.45. Dari balik pintu kaca, tim tersebut tampak mengulik beberapa berkas. Termasuk berkas-berkas di dalam lemari.

Selama penggeledahan, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siti Zunniati tak tampak. Dari informasi, dia tak ada di kantor sebelum tim dari Polda Jatim tiba. ’’Ada kegiatan sejak pagi,’’ ungkap seorang staf perempuan.

Sekitar dua jam kemudian, Plt Kabid Pendidikan Dasar Endang Nurmiyati tiba di kantor. Dia mengaku tak tahu akan ada penggeledahan polisi. Sebab, dia sendiri tengah mengikuti kegiatan pendidikan inklusi.

Namun, sebelumnya, kata Endang, pihaknya memang menerima informasi tentang rencana penggeledahan itu. Hanya, waktu yang dijadwalkan semula berubah. Setelah itu, tak ada lagi konfirmasi lebih lanjut mengenai penggeledahan. ’’Sudah beberapa hari yang lalu. Tapi, mungkin dijadwal ulang. Ini ndak ada pemberitahuan. Saya baru dikasih tahu tadi pagi,’’ katanya.

Pihaknya juga telah menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan penyidik. Terutama dokumen yang berkaitan dengan kegiatan rehab gedung SDN Gentong. Namun, tak semua dokumen asli dapat ditemukan.

Beberapa dokumen, lanjut dia, berupa salinan. Dokumen yang asli entah ke mana. Dia mengaku tak tahu juntrungan dokumen asli itu. Sebab, dokumen disimpan dalam rentang waktu yang relatif lama.

’’Pejabatnya sudah berganti. Juga perpindahan kantor lama dari Jalan Wahidin ke sini (kantor baru Jalan Sunan Ampel, Red). Ini saya menemukan salinannya saja sudah alhamdulillah,’’ tuturnya.

Penggeledahan itu terbilang cukup menyita waktu. Tim penyidik terlihat membuka beberapa dokumen dan meneliti isinya. Sebagian dokumen kemudian ditumpuk menjadi satu.

Seorang petugas terlihat keluar pukul 12.15. Dia menuju kendaraan yang diparkir di halaman kantor. Kemudian, dia masuk kembali ke ruangan dengan membawa sebuah printer.

Penggeledahan tersebut berakhir pukul 15.15. Tim penyidik keluar ruangan dengan membawa berkas. Seorang petugas membawa koper merah. Dua orang lain membawa berkas dalam bentuk bendel.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander membenarkan adanya aktivitas yang dilakukan tim penyidik Polda Jatim itu. ’’Melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan. Agendanya penggeledahan di dinas pendidikan terkait proses tindak pidana korupsi bangunan SD yang beberapa waktu lalu atapnya ambruk (SDN Gentong, Red). Untuk hasil, kami belum monitor. Nanti, kami berkoordinasi dengan pihak Direskrimsus Polda Jatim yang menangani,’’ terangnya.

Empat atap ruang kelas di SDN Gentong ambruk, Selasa (5/11). Insiden itu mengakibatkan dua orang meregang nyawa. Insiden tersebut kemudian diselidiki pihak kepolisian. Penyidik Direskrimsus telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yakni, inisial D dari CV DHL yang bertindak selaku penyedia galvalum.

Dua tersangka itu sudah diamankan. Mereka ditangkap saat melarikan diri ke Kabupaten Kediri, Jumat malam (8/11). Keduanya kini mendekam di tahanan Mapolda Jatim.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : tom/fun/c13/diq