Terima Kasih, Kami Sudah Diberi Sekolah Baru

 TANJUNG – Setelah menunggu lebih kurang tiga bulan pembangunan, akhirnya empat ruang kelas bantuan pembaca Jawa Pos Radar Malang dan PGRI Kota Malang untuk SDN 2 Tanjung akhirnya bisa diserahterimakan kemarin (7/11).

Bantuan ruang kelas tersebut diserahkan langsung Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji kepada Bupati Lombok Utara Dr H. Najmul Akhyar.

Kegiatan serah terima bantuan ruang kelas SDN 2 Tanjung tersebut juga dihadiri rombongan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah, Ketua DPD Apersi Jawa Timur Mahkrus Sholeh, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Utara (KLU), perwakilan OPD KLU, kepala sekolah, guru, dan para siswa SDN 2 Tanjung.

Bupati Lombok Utara Dr H. Najmul Akhyar mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Kehadiran wali Kota Malang dan rombongan menjadi sebuah keberkahan tersendiri bagi Kabupaten Lombok Utara.

”Terima kasih yang paling dalam kepada Bapak Wali Kota, direktur Jawa Pos Radar Malang, dan lain-lainnya. Karena mereka ini menunjukkan empati yang luar biasa kepada Lombok Utara,” ucapnya.

Najmul menuturkan, pasca diguncang gempa 7,0 SR tahun lalu, NTB khususnya Lombok Utara diguncang hingga 2.000 kali gempa. Tak hanya rumah, sekolah dan seluruh fasilitas penunjang umum turut ikut rusak terdampak. Korban jiwa di Lombok Utara pun mencapai 471 orang.

”Hingga 80 persen infrastruktur kami rusak semua. Mulai dari kantor kepala desa, camat, OPD, bahkan kantor bupati. Pokoknya seluruhnya rusak tidak ada yang tersisa. Kalaupun ada yang masih berdiri pasti tidak berani dimasuki,” sambungnya.

Dia melanjutkan hal yang menyedihkan, yakni ada lebih dari 3.000 sekolah rusak total. Dengan rincian ruang kelasnya itu ada 1.700 ruang kelas tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, beberapa hari pascagempa, guru-guru sempat mengalami trauma mengajar dalam ruangan.

”Makanya saya harapkan masyarakat Lombok Utara agar ujian ini bisa ditanggapi dengan positif. Karena ini adalah caranya Allah memberikan kami kesempatan bermimpi lebih banyak lagi tentang Lombok Utara,” tandasnya.

Meski sempat stagnan selama dua minggu, pembelajaran di Lombok Utara sudah kembali normal hingga saat ini. Pemda Lombok Utara memberikan dukungan penuh perbaikan di sektor pendidikan pascagempa. Bersama sejumlah pihak, baik pemerintah daerah lain dan NGO, pendidikan di Lombok Utara mulai dipulihkan kembali.

”Alhamdulillah sekarang sudah ada 70 persen sekolah yang terbangun. Salah satunya yang membantu kami ini ada dari Pemkot Malang dan direktur Jawa Pos Radar Malang, makanya kami ucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji mengaku senang dengan sambutan hangat Pemda Lombok Utara dan masyarakat, khususnya pihak SDN 2 Tanjung. Dia berharap bantuan yang diberikan tersebut menjadi amalan yang dicatat dan diterima Allah SWT.

Kepada undangan yang hadir, Sutiaji mengucapkan salam satu jiwa (khas Kota Malang). Menurut dia, salam itu bukan hanya sekadar ucapan, tapi diaplikasikan dalam kehidupan bersama. Menjadi sebuah kewajiban untuk membantu saudara yang terdampak musibah, baik di Lombok NTB maupun di Donggala, Palu.

”Karena bendera kita Merah Putih dan sesama muslim kiblat kita sudah jelas untuk mempersatukan kita. Serta juga Pancasila sebagai dasar kita,” tegasnya.

Dia melanjutkan, Pemkot Malang konsisten terhadap sektor pendidikan. Sebab, di sektor ini bisa membangun karakter untuk penerus bangsa.

Dulu, kata Sutiaji, pendidikan karakter ini tidak terlalu diminati. Namun sekarang seluruh wali murid justru sangat mendukung itu. Dia berharap penguatan karakter bisa dilakukan sejak SD, bahkan PAUD.

”Makanya cara untuk membimbing melalui pendidikan sangat dibutuhkan,” tandasnya.

”Saya lihat cara jabat tangan anak-anak di sini kemarin luar biasa, membuat saya menangis,” akunya.

Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad menuturkan, pihaknya bersyukur bisa menyampaikan amanah bantuan pembaca Radar Malang untuk Lombok dengan lancar. Bantuan ini diharapkan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pengguna hak sekolah.

”Saya lihat laporan dari pengerjaan, proyek ini dilakukan kurang lebih selama 3 bulan. Jadi ini termasuk cepat karena diawasi langsung oleh ketua Apersi,” jelasnya.

Dia berterima kasih kepada Disdik Kota Malang yang sudah menghimpun bantuan untuk guru dan sekolah. Dalam aksi sosial ini, selain di Lombok, juga membangun sekolah di Kabupaten Donggala.

”Ini sedang berproses,” ungkapnya.

Selain sekolah, di Donggala juga menyalurkan bantuan pembangunam masjid di Kabupaten Sigi yang dalam waktu dekat segera diresmikan.

”Kami sungguh merasa bersyukur ada di sini, kalau boleh menambahkan hikmahnya, jika tidak ada gempa mungkin kami juga tidak di sini saat ini,” pungkasnya.

Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Sam, Lombok Post