Terditeksi Siklon Tropis Dahlia, Mensos Kunjungi Pacitan

“InsyaAllah, nanti malam berangkat. Besok pagi sudah sampai sana,” kata Khofifah saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (30/11).

Khofifah mengatakan, ingin melihat langsung lokasi kejadian bencana sekaligus menyampaikan langsung belasungkawa terhadap ke-13 keluarga korban akibat banjir dan longsor di Pacitan. Dia berharap dengan hadirnya pemerintah, keluarga akan merasa dikuatkan.

“Tadinya kan 11 korban, ditemukan lagi 2 orang. InsyaAllah, besok pagi saya akan bertemu dengan ahli waris dari keluarga ke-13 korban meninggal dan menyampaikan santunan kematian,” jelas Khofifah.

Ke depannya, Khofifah menyampaikan sudah berkordinasi dengan dinas sosial Yogyakarta untuk datang mengunjungi keluarga korban di sana. Rencananya Sabtu (2/12) selain menyampaikan santunan, Khofifah ingin sharing mengenai rekonstruksi rumah yang rusak, hanyut, dan tertimbun.



Sementara itu, Kementerian Sosial juga semakin tanggap menangani kebutuhan para pengungsi korban dampak banjir dan longsor di sejumlah lokasi di Indonesia. Dari 35.000 Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang dimiliki Kemensos, sekitar 7000 anggora sudah memiliki keterampilan psikososial.

Jadi, saat di pengungsian Tagana sudah dapat melakukan trauma healing dan trauma counseling. Saat ini, pemerintah fokus menangani kondisi para pengungsi di pengungsian, pemenuhan logistik, dan layananan dukungan psikososial.

Menurut Khofifah, Tagana yang dipersiapkan tersebut sudah dapat mengaplikasikan keterampilan mereka di lapangan. Baik untuk urusan shelter, dapur umum, dan dana umum. Hal ini menjadi tanda kesiapan pemerintah dalam menangani penanggulangan bencana.


(rgm/JPC)