Terbaik Berkat Liputan Aji Santoso-Masjid Tiban

SURABAYA – Untuk kesekian kalinya, Jawa Pos Radar Malang mampu meraih predikat terbaik dalam kompetisi quality product yang digelar Jawa Pos Group (JPG). Bahkan, Jawa Pos Radar Malang meraih predikat terbaik untuk dua kategori sekaligus: Penulisan headline dan overall design.

Untuk kategori overall design, Jawa Pos Radar Malang menjadi yang terbaik berkat tulisan mendalam soal Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ’Asali Fadlaailir Rahmah pada edisi 29 Juni 2017. Berita soal ponpes yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Jin atau Masjid Tiban itu disajikan dalam format center split dua halaman penuh.

Keberanian Jawa Pos Radar Malang menampilkan berita di halaman depan dengan format center split itu diapresiasi juri kategori overall design, Agung Kurniawan. ”Kelihatan sekali, edisi itu dibuat dengan sungguh-sungguh,” ujar Agung.

Lalu, penataan foto, berita, dan grafisnya terbilang apik. ”Bahkan, ada grafis yang membuat detail informasi soal tiap-tiap lantai di Masjid Tiban,” kata Agung. Karena itu, tim juri tak ragu memilih edisi Masjid Tiban itu dari 60 koran peserta lomba kategori overall design.

Soal konten, Agung tak meragukan kualitas dari edisi Masjid Tiban itu. Apalagi, liputan mendalam soal Masjid Tiban itu menampilkan fakta-fakta yang selama ini tak banyak diketahui orang.

Di antaranya, tak ada rancangan untuk pembangunan Masjid Tiban itu hingga pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) yang memakan waktu hingga 20 tahun. Liputan itu juga menjawab pertanyaan banyak orang soal benarkah Masjid Tiban itu dibangun oleh jin? (Arsip berita ini bisa Anda lihat di radarmalang.id dengan mengetik keyword ”Masjid Tiban” atau ”Masjid Jin” pada kolom pencarian).

Sementara itu, untuk kategori penulisan headline, Jawa Pos Radar Malang menjadi yang terbaik berkat berita edisi 12 Juni 2017 lalu. Yakni berita berjudul Bali United ”Penentu” Nasib Aji.

Headline atau berita utama pada edisi itu menyajikan liputan soal masa depan Aji pasca kegagalannya membawa Arema FC memenangkan beberapa laga di Liga 1.

Abdul Rokhim, juri penulisan headline, menyebut jika ada beberapa faktor yang membuat Jawa Pos Radar Malang menjadi yang terbaik untuk kategori tersebut. ”Salah satunya karena tulisan itu terbilang tuntas,” ujarnya.

Tuntas yang dimaksud adalah bahwa berita itu sudah cukup memberikan informasi lengkap kepada pembaca. Apalagi, berita itu juga dilengkapi dengan kolom yang menampilkan komentar-komentar Aremania.

Baik yang setuju Aji diganti maupun mereka yang ingin Aji tetap dipertahankan. ”Intinya, Radar Malang menjadi yang terbaik berkat how to present (bagaimana cara penyajian) beritanya. Selain itu, nilai kelokalan berita itu juga kuat,” kata Rokhim.

Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Radar Malang