Terapi Ikan Masih Jadi Primadona di Mini Agrowisata

JawaPos.com – Mini Agrowisata yang berlokasi di Jalan Pagesangan II, Nomor 56, masih menjadi alternatif bagi warga Surabaya untuk berwisata. Terutama, bagi warga yang ingin melepas rasa penat.

Tempat tersebut menjadi pilihan dikarenakan, ada banyak flora dan fauna yang disuguhkan. Salah satunya, ikan Garrarufa Osteochilus Vittatus (ikan terapi) yang menjadi salah satu tempat paling digemari pengunjung Mini Agrowisata.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)Kota Surabaya, Joestamadji mengatakan, ikan terapi tersebut saat ini masih menjadi primadona dikarenakan, warga dapat beristirahat sambil merendam kakinya di kolam ikan tersebut.

Sejumlah pengunjung melihat ayam yang diternak di Mini Agrowisata yang berlokasi di Jalan Pagesangan II, Nomor 56 Surabaya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

“Jadi, setelah selesai kunjung. Terus sambil bersantai menikmati terapi kulit kaki dengan ikan-ikan itu,” kata Joestamadji di Mini Agrowisata, Selasa (18/12).

Joestamadji mengatakan, ada khasiat tersendiri melalui terapi dengan ikan itu. Pasalnya, spesies ikan itu memakan sel-sel kulit mati akibat penuaan. Terutama, kulit pada kaki.

Ada sensasi tersendiri saat ikan-ikan tersebut memakan sel-sel kulit mati pada kaki. Tak perlu khawatir kaki kita terluka, karena ikan terapi itu tidak sampai menggerogoti hingga ke daging kaki. Terapi ikan tersebut terbilang aman.

“Sudah setahun kami mengembangbiakkan ikan itu. Sekarang, kami punya seribu ekor di kolam itu. Masyarakat juga bisa belajar mengembangbiakkannya,” kata Joestamadji.

Selain menikmati terapi ikan, pengunjung juga dapat belajar budidaya perikanan. Disana ada juga budidaya ikan nila dan lele. Selain ikan, -pengunjung juga bisa melihat tingkah lucu dari burung Kasuari, ayam, dan fauna lainnya.

Jenis flora dan fauna yang bermacam-macam tersebut, sengaja disuguhkan agar masyarakat dapat belajar beternak atau budidaya tanaman. “Warga dapat berkunjung dan belajar gratis,” katanya.

(HDR/JPC)