Terang-terangan Anti Gay, Atlet Rugby Australia Gagal Galang Sumbangan

MALANG – Israel Folau, mantan anggota Rugby Australia (RA), gagal mendapatkan sumbangan publik untuk membantunya dalam perjuangan hukum melawan RA. Diberitakan bahwa penggalangan dana tersebut gagal karena adanya pandangan anti gay dari Folau sendiri.

Dilansir dari BBC, Senin (24/6), kontrak antara Rugby Australia (RA) dengan Israel berakhir pada bulan lalu setelah Folau mengatakan bahwa “neraka menunggu” orang gay. Karena putusnya kontrak tersebut, Folau berniat menggalangkan dana untuk melawan pemecatannya yang tidak adil. Situs web controversial, GoFundMe, milik Folau ditutup karena memprovokasi pengucilan orang LGBT. Pihak RA-pun turut memberikan pernyataan.

“Sebagai perusahaan, kami benar-benar berkomitmen untuk memperjuangkan kualitas untuk orang-orang LGBTIQ + dan mendorong lingkungan inklusif,” kata juru bicara Nicola Britton.

“Meskipun kami menyambut GoFund terlibat dalam berbagai debat sipil, kami tidak mentolerir promosi diskriminasi atau pengecualian,” lanjutnya.

Folau adalah seorang pemeluk agama Kristen yang berargumen bahwa pemutusan kontraknya merupakan tindakan diskriminasi agama. Menurut laporan media Australia minggu lalu, dia telah menerima donasi sejak halaman tersebut dibuat yaitu senilai sekitar A $ 760.000 atau sekitar Rp 7 miliar.

RA mengakhiri kontrak Folau setelah mengatakan bahwa standar perilaku yang diaturnya yang kini dilanggar, termasuk standar penggunaan media sosial dengan hormat. Awal bulan ini, full-back bintang mengajukan kasus terhadap New South Wales RA dan Rugby di Fair Work Commission yang merupakan pengadilan hubungan kerja nasional Australia.

“Setiap orang Australia harus dapat mempraktikkan agama mereka tanpa takut diskriminasi di tempat kerja,” kata Folau dalam sebuah video pekan lalu.

Mantan pemain Wallabies ini mendapat kecaman luas atas komentar media sosialnya, tetapi ia juga memiliki pendukung. RA sebelumnya memperingatkan Folau tentang pesan-pesan anti-gay yang pernah dia posting di media sosial di masa lalu. Pada bulan Mei, kepala eksekutif Raelene Castle mengatakan RA telah memutuskan kontraknya untuk “berpegang teguh pada nilai-nilai kami dan kualitas inklusi, semangat, integritas, disiplin, rasa hormat, dan kerja tim”.

Sejauh ini, Folau telah memainkan 73 permainan untuk Australia dan sedang dalam kontrak yang diperkirakan bernilai A $ 5 juta atau berkisar pada Rp 49 miliar. Dia juga memiliki portofolio properti bernilai jutaan dolar di Sydney dan Brisbane, lapor surat kabar Daily Telegraph Australia. Namun, saat ini ia harus menghadapi persidangan pemecatannya. Folau mengatakan dia dan istrinya telah menghabiskan lebih dari A $ 100.000 atau senilai dengan Rp 983 juta untukmembiayai hukum dengan melibatkan tim hukum terkemuka.

Penulis: Risma Kurniawati
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia