4.718 Surat Suara Tidak Sah di Kota Batu

KOTA BATU – Banyaknya surat suara tidak sah dalam pemungutan suara Pilgub Jatim menjadi pekerjaan rumah (PR) KPU Kota Batu. Maklum saja, angkanya terbilang tinggi. Dari total 113.035 surat suara yang masuk, sebanyak 4.718 surat suara tidak sah.
Komisioner KPU Kota Batu Divisi Program dan Data Ashar Chilmi mengakui, jumlah suara tidak sah dalam coblosan Pilgub Jatim relatif tinggi. ”Ini tentu menimbulkan pertanyaan, kenapa kok tinggi? Padahal, jelas-jelas pemilih datang ke TPS, namun kenapa suaranya tidak sah,” kata dia. Dari ribuan surat suara tidak sah tersebut, Ashar menjelaskan, paling banyak disebabkan karena kedua kandidat dicoblos sekaligus atau justru tidak ada yang dicoblos.
Menurut dia, sebelum pemungutan suara, pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. Karena itu, banyaknya suara tidak sah tersebut menjadi bahan evaluasi pihaknya. ”Ini menjadi catatan kami, agar untuk pileg dan pilpres ke depan tidak sebesar sekarang ini,” kata dia. Ashar melanjutkan, pendidikan terhadap pemilih masih perlu dikuatkan lagi.
Sementara itu, partisipasi pemilih di Kota Batu masih cukup baik. Menurut Ashar, di Kecamatan Batu misalnya, jumlah partisipasi mencapai 72,9 persen, Bumiaji 80,3 persen, dan Junrejo 75 persen. ”Kalau di jumlah ketiganya, partisipasi mencapai 76 persen,” kata dia. Jumlah tersebut, lebih baik daripada Pilgub 2013 yang hanya sekitar 69 persen.
Dari hasil perolehan suara yang masuk, pasangan nomor 1 Khofifah–Emil hanya unggul di Kecamatan Batu. Sedangkan di Kecamatan Junrejo dan Bumiaji, pasangan nomor 2 Gus Ipul-Puti unggul tipis (selengkapnya baca grafis).
Sayangnya, ada kesalahan angka dan hasil penjumlahan dari penghitungan cepat Pilgub Jatim di Kota Batu. Ketua KPU Kota Batu Rochani enggan memastikan mana angka yang benar dari hasil penghitungan cepat yang di-upload di website KPU Pusat tersebut. Menurut dia, perbedaan data dan angka tersebut murni berdasarkan input dari form C dan C1. ”Artinya, apabila terjadi kesalahan penulisan, penjumlahan, atau kesalahan hitung lainnya, akan dilakukan perbaikan pada rekap berjenjang,” kelit dia.
Dia melanjutkan, penghitungan cepat yang dilakukan merupakan salah satu bentuk fasilitas KPU dalam rangka memenuhi asas transparansi dan keingintahuan publik terkait hasil pemilihan secara cepat dan akurat.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Rubianto