Teman SMA Inggrid Raja Brawijaya: Dia Humble dan Supel

KOTA MALANG – Kepergian Inggrid Alfina Lasut dalam kecelakaan tunggal kemarin malam (13/8) menyayat hati guru dan teman masa sekolahnya di SMAN 2 Malang. Panitia Rangkaian Jelajah Almamater (RAJA) Brawijaya 2019 itu dikenal alumni yang rajin dan ramah.

Humas SMAN 2 Malang, Dwi Rifiani, M.Ag. pun membenarkannya. Inggrid yang lulus tahun 2018 jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) itu diakuinya supel dan mudah berinteraksi dengan temannya.

“Dia kalau pelajaran matematika selalu duduk depan. Rasa ingin tahunya tinggi. Insya Allah dia khusnul khotimah. Tadi pagi kami sudah ke rumah duka dan takziah,” ujar guru Pendidikan Agama Islam ini.

Terpisah, kawan satu sekolahnya, Kitana Alehandra juga mengatakan hal serupa. Selama di bangku SMA, Inggrid aktif di organisasi termasuk teater dan paduan suara. Inggrid dinilai orang yang anti ngaret dan selalu tepat waktu.

“Dia orangnya humble banget. Saya terakhir ketemu waktu buka bersama SMA bulan Mei. Nggak ada firasat apa-apa ya dia supel seperti biasanya sama temen-temen,” ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) itu.



Seperti yang diberitakan, kemarin malam pukul 22.00 Inggrid, mahasiswa Fakultas MIPA UB mengalami kecelakaan sepulang menjalankan tugasnya di kepanitiaan RAJA Brawijaya 2019. Inggrid menabrak pilar jembatan layang yang mengakibatkan nyawanya tak bisa tertolong.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia