Teknik Kimia Polinema dan BMH, Berikan Pelatihan Pembuatan Yoghurt Kader Sehat Jiwa Desa Wonorejo

SINGOSARI – Program kemitraan jurusan teknik kimia Politeknik negeri Malang berikan pelatihan dan bimbingan teknis pembuatan minuman yoghurt Kepada kelompok Kader Sehat Jiwa binaan BMH di Desa Wonorejo Singosari, Sabtu (21/9).

Pelatihan teknis pembuatan minuman berbahan dasar susu murni tersebut diselenggarakan secara berkelanjutan.

Kepala Laboratorium Produksi Jurusan Teknik Kimia Polinema Malang Ir Sri Ruliana, MP mengatakan, yoghurt merupakan pangan yang masuk kategori basah sehingga mudah ditempati mikroba. Sehingga untuk proses pengolahannya harus higienis dan aseptis agar terhindar dari pencemaran.

“Idealnya memang harus dikerjakan di ruang khusus, namun hal tersebut bisa diatasi dengan mensterilkan peralatan yang dipakai serta prosesnya harus memperhatikan aturan teknisnya supaya hasilnya bisa berkualitas baik dan terhindar dari pencemaran.” Ungkapnya.

Perempuan berhijab tersebut lebih detail menjelaskan bahwa pasteurisasi terhadap susu sebagai bahan dasar yoghurt hanya membunuh mikroba patogen saja, yaitu mikroba yang kurang bermanfaat dan hanya membutuhkan suhu sampai dengan 90 derajat Celcius.

“Setelah perlengkapan sudah siap, maka susu murni bisa langsung di pasteurisasi atau di panaskan dengan suhu mencapai 90 derajat Celcius, kemudian didinginkan sampai 40 derajat Celcius lalu kita masukan bibit mikrobanya atau bakteri lactobacilus,” jelasnya.

Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, perempuan yang akrab disapa Ruli ini juga akan menghibahkan alat untuk pasteurisasi dan inkubasi atau fermentasi minuman yoghurt kepada kelompok kader sehat jiwa desa Wonorejo.

Sementara itu, Dosen Teknik Kimia Polinema Malang Dr Ir Prayitno MT, menambahkan bahwa bimbingan teknis serta pelatihan yang digelar di rumah salah satu kelompok tersebut targetnya semua yang ikuti pelatihan harus bisa.

“Hari ini, kita berikan pelatihan targetnya semuanya harus bisa, sehingga pekan depan setelah alat yang kami pesan selesai, bisa langsung kita uji coba bersama freezer,” ungkapnya.

Alat pembuat yoghurt yang dipesan berkapasitas 30-35 liter sekali produksi dan freezer untuk menampung hasil produk berkapasitas 190 liter.

Manager Operasional BMH Jatim gerai Malang Sony Abdul Karim S.PdI menyambut baik sinergi antara lembaga yang dipimpinnya dengan Polinema Malang, khususnya jurusan teknik kimia yang telah membantu pelatihan kepada warga atau kelompok kader sehat jiwa yang menjadi binaanya.

“Atas nama lembaga, kami mengucapkan terimakasih kepada Polinema, khususnya para dosen jurusan teknik kimia yang telah memberikan kepedulian kepada masyarakat terutama warga yang menjadi binaan kami.” Kata Karim.

Acara pelatihan pembuatan yoghurt juga dihadiri ketua PKK desa Wonorejo serta bagian promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) RSJ dr Radjiman Wediodiningrat Lawang Nur Asrori.

Pewarta : Ruwiyanto
Fotografer : Ruwiyanto
Penyunting: Fia