Tekan Stunting, Gandeng Swasta

KOTA BATU – Pemerintahan Kota Batu serius dalam pencegahan stunting. Hal itu dibuktikan pada event yang berkaitan dengan pencegahan stunting yang mulai menggandeng pihak swasta.

Pencegahan stunting ini dilakukan, salah satunya melalui Gathering Isi Piringku di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Kota Batu kemarin (28/1). Acara tersebut diadakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Kota Batu Non Government Organized (NGO) Spektra Jawa Timur, dan juga Danone Indonesia.

Manager Health and Nutrition Danone Indonesia Alwan Bukhori menyatakan, Isi Piringku merupakan kegiatan kampanye dan edukasi pangan dan gizi bagi anak usia 4–5 tahun. Dengan panduan Isi Piringku, agar anak terhindar dari stunting dan tumbuh kembang secara proporsional sesuai dengan tahapan usianya.

Dia melanjutkan, program ini dimulai sejak tahun 2017. Serta telah selesai dilaksanakan di 251 lembaga PAUD dan TK dengan jumlah siswa 13.284 anak, dan melibatkan seluruh guru, siswa, beserta orang tua siswa sebanyak 28.062 orang.

Dia juga menyatakan, Isi Piringku ini bertujuan untuk men-support pemerintah dalam menangani stunting. ”Tetapi bukan dalam bentuk sosialisasi formal,” imbuh Alwan.

Selain itu, untuk meneguhkan kembali semangat dan komitmen pentingnya gerakan Isi Piringku menjadi gerakan bersama untuk menurunkan angka stunting. Sekaligus menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dengan dimikian, diharapkan dengan event ini bisa mengubah mindset masyarakat untuk memperbaiki gizi yang baik. Hal ini sama halnya dengan edukasi parenting gizi untuk para orang tua. ”Lebih ke aspek pencegahan,” tutupnya.

Sementara Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengapresiasi hal tersebut. Menurut dia, acara yang terlihat tidak formal itu justru sangat bermanfaat untuk perbaikan gizi anak-anak. Karena pada event yang berjudul Isi Piringku ini juga melibatkan para orang tua.

”Bagus, jadi effort-nya orang tua untuk pencegahan stunting bisa lebih maksimal,” ungkapnya. Dia juga menyatakan, sebenarnya semua sudah mengetahui 4 sehat 5 sempurna. Tetapi, sejauh ini pengaplikasiannya saja yang kurang. Sehingga salah satu dampaknya angka stunting di Kota Batu masih tinggi.

Padahal, dia melanjutkan, Kota Batu ini mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta angka kemiskinan yang sangat rendah. Tetapi kenapa tidak bisa balance dengan angka stunting. ”Saat ini di Kota Batu stunting masih 28 persen, paling tidak harus di bawah 20 persen,” harapnya.

Maka dari itu, lanjut Dewanti, ada hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai angka stunting yang lebih rendah itu. Salah satunya dengan memberikan pengetahuan mengenai Isi Piringku atau yang harus dikonsumsi anak-anak.

Pewarta : Ulfa Afrian
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro