Tekan Angka Kematian Ibu Hamil, Dinkes Ajak Keluarga Lebih Sigap Hadapi Sakit

KOTA MALANG – Mau meremehkan sakit? Yakin? Tak sedikit bahwa sakit parah yang bisa berujung kematian bermula dari lambatnya sang pasien menerima penanganan.

Oleh karena itu, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menghimbau agar masyarakat tidak meremehkan suatu penyakit.

Misalnya saja mudah merasa dahaga ternyata gejala diabetes. Sering sakit kepala, ternyata pembuluh hipertensi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM menanggapi bahwa keluarga tidak boleh menunggu dan terlambat dalam mengambil keputusan.

“Misalnya keterlambatan dalam memberikan keputusan. Jadi nanti saja nunggu bapaknya, nunggu ibunya untuk segera berangkat ke sarana pelayanan itu,” terang Asih.

Hal itulah yang diharapkan bisa ditekan dengan lebih sigap dalam menangani keluhan sakit utamanya pada keluarga dekat.

Ia menanggapi hal itu lantaran melihat bahwa tingkat kematian pada Ibu-ibu yang tengah hamil masih cukup tinggi. Dirinya menjelaskan bahwa pada tahun ini masih terdapat 7 ibu hamil yang meninggal akibat hipertensi.

“Dulu orang tua, tetapi sekarang ibu muda. Jadi ini ada yang salah seperti pola makan dan hidup sehat. Karena itu makanlah yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh,” terangnya.

Tak hanya itu, ia juga ingin agar kematian ibu muda itu dapat ditekan terus dengan program-program dari Dinkes.

“Karena itu kami ingin mengawal ibu hamil, kemudian kita punya jejaring bidan dan spesialis kandungan juga spesialis anak sehingga dalam jejaring ini bisa mengawasi kondisi bayi dan kondisi ibu yang akan bersalin,” tegasnya.

Pewarta: Gigih Mazda
Foto: Elfran Vido
Penyunting : Fia